Category Cerpen

PERAMPAS REMBULAN

Oleh Dzikri Maulana (Sastra Indonesia 2015) “Di sisi jendela kamar, aku diam-diam berkelahi bersama perasaan, bersama hempasan angin malam,hingga akhirnya pergi mencari jawaban tentang rembulan dan cinta” Dengan sekotak kado berwarna jingga serta disisipi sebuah surat kecoklatan, kukirim kepadamu sebuah…

Kepada Aksara, tentang Kata yang Belum Tereja Olehnya

Dini hari rupanya masih mau berkompromi denganku. Angin pun berhembus ke seluruh penjuru kamar tanpa menyisakan ruang sedikitpun. Semua dipenuhi olehnya. Menyesakkan atau menyegarkan, itu bergantung pada penghirupnya bukan? Dan aku lebih memilih menjadikannya sebagai hal yang menyegarkan.   Hai. Aku sengaja menulis…

Vide et Crede Vicious

Oleh: Robi Afrizan Saputra (Sastra Indonesia 2014) Gara-gara uang 500 rupiah nenek bungkuk itu berjalan kira-kira sejauh 5 km. Tongkat kayu lapuknya hampir patah. Tangkainya digerogoti rayap-rayap setan. Belum lagi sejumlah ijuk di punggung yang membuatnya bertambah bungkuk. Tampaklah ia…

Menunggu Hujan

Bus berhenti. Rintik hujan membuat seorang lelaki menaiki bus itu dengan sedikit berlari. Ia tidak membawa tas atau semacamnya. Ia hanya membawa sebuah buku. Buku yang terlihat kumal dan kini tampak basah di satu sisi, akibat melindungi kepala lelaki itu…