Seribu Wajah Ayah: Sepuluh Foto Bukti Perjalanan Hidup Sang Anak dan Ayah

72 views
','

' ); } ?>

Judul: Seribu Wajah Ayah
Penulis: Nurun Ala
Tahun Terbit: 2020

Novel Seribu Wajah Ayah merupakan karya dari Nurun Ala, nama pena dari Azhar Nurun Ala. Seribu Wajah Ayah ini ditulis lima tahun lalu ketika penulis baru saja menikah dan ayahnya masih hidup. Seribu Wajah Ayah dipersembahkan oleh penulis untuk ayahnya, anaknya, serta  semua ayah, dan semua anak di dunia ini. Novel ini mengajarkan bahwa wujud kasih seorang ayah tidak selalu berupa materi dan angka, tetapi juga berupa cinta dan kasih sayang yang paling besar dibandingkan siapapun.

Terdapat dua tokoh utama dalam Seribu Wajah Ayah ini, yaitu tokoh Kamu dan Ayah. Cerita ini dimulai ketika malam itu kamu berada di kamar ayah yang hanya menyisakan kenangan dan benda-benda peninggalannya. Kamu secara tidak sengaja menemukan sebuah album yang berisi foto dan sebuah catatan kecil di balik fotonya. Sepuluh foto tersebut memiliki kesamaan, yaitu potret Kamu dan Ayah. Setiap foto dalam album ini membuatmu memunguti potongan masa lalu dan mengingat kembali kenangan bersama sang Ayah. Beragam ekspresi ayahmu muncul membayang: sedih, bahagia, marah, bangga, murung, dan kecewa.

Lima tahun sudah, penantian sepasang suami-istri menanti kehadiranmu. Mereka merayakan kehadiranmu dengan mengadakan syukuran kecil-kecilan. Ayahmu menyisihkan separuh gajinya sebagai guru di desa yang pas-pasan untuk membeli bahan makanan yang lebih banyak dari biasanya.

Ketika Kamu lahir, ayahmu sangat bahagia karena penantiannya yang panjang akhirnya terkabulkan. Namun, ia mendapatkan kabar buruk, kekasihnya, ibumu, meninggal karena pendarahan hebat saat melahirkan. Kejadian itu membuat ayahmu tenggelam dalam kesedihan hingga tak sadarkan diri. Dalam ketidaksadarannya, ayahmu bermimpi ia berada di sebuah tanah lapang, di bawah matahari yang teriknya membakar, bersimpuh penuh peluh dan memohon untuk menambahkan umur istrinya. Emosi ayahmu meluap tak terkendali. Datanglah sesosok manusia yang tak jelas wajahnya karena pancaran cahaya dan memeluknya. Dalam pelukan itu, ayahmu mendapatkan bisikan  pulang untuk jalani takdirnya sebagai seorang ayah yang hebat. Sesungguhnya, mencintai anaknya juga merupakan mencintai kekasihnya. 

Ketika sadarkan diri, ia langsung meminta agar anaknya diletakkan di pangkuannya. Ayahmu berjanji akan bertanggung jawab atas dirimu dan menyebutnya sebagai ‘janji lelaki’. Sepuluh foto itu menunjukkan perkembangan dirimu dan ayah dari masa ke masa, mulai dari saat kamu bayi hingga dewasa. Dari kilas balik foto-foto tersebut, muncul kenangan ayah selalu dengan sayang merawat, membimbing, dan menjadi pendukung di setiap langkah baikmu, meskipun tanpa adanya sosok kekasihnya, ibumu.

Novel ini disampaikan menggunakan sudut pertama kedua (kamu), sehingga pembaca merasa dilibatkan oleh penulis dan turut merasakan kehidupan tokoh Kamu. Karena penulis melibatkan pembaca, terdapat banyak ambiguitas di identitas Kamu. Sepertinya tidak ada petunjuk jelas mengenai jenis kelaminnya, sehingga identitas gender tokoh ini bergantung pada penafsiran pembaca.

Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Lainnya