Porseni 2022 Awal Kembalinya Kehangatan FIB

Elsa Salma Benanny
99 views

Kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Fakultas Ilmu Budaya (Porseni FIB) 2022 resmi ditutup pada Sabtu (13/8) kemarin. Acara yang diselenggarakan dalam rentang waktu 1 bulan ini  ditutup dengan serangkaian acara, yakni lomba band, pengumuman juara setiap mata lomba dan penampilan guess star dari band Defectum dan Nauve. 

Porseni FIB 2022 merupakan salah satu program Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (BEM Gama FIB) yang dikeluarkan Departemen Olahraga (Depora) dan Departemen Seni. 

Porseni dijadikan sebagai wadah untuk pencarian potensi-potensi unggul dari para mahasiswa di bidang olahraga dan seni untuk dikembangkan dan dilatih guna mewakili FIB di kompetisi antar-fakultas, universitas, maupun luar kampus.  

“Menurut saya, Porseni lebih ke wahana refreshing aja setelah perkuliahan satu semester, sebelum ke tahun ajaran baru. Sekalian untuk menjaga rivalitas yang sehat antar Hima.” Ucap Project Officer Porseni, Muhammad Fadhlan Rusyda.

Dari penuturan Fadhlan, output yang diharapkan adalah peserta maupun panitia dapat bersenang-senang dalam rangkaian Porseni 2022 dengan membawa misi khusus, yaitu mengembalikan silaturahmi yang ada dalam lingkup internal Hima maupun antar Hima di FIB.  

Keberhasilan yang dicapai adalah dengan terwujudnya misi khusus tersebut, dilihat dari sekretariat Gemasi yang kembali dihuni oleh himpunannya. Kemudian, mulai terjalinnya silaturahmi antar himpunan, khususnya dari angkatan 2020 dan 2021 sebagai angkatan online yang berangsur mempunyai teman baru dari awalnya hanya internal himpunan saja. 

Fadhlan menilai, jika dilihat dari tujuannya sebagai ajang mengembalikan Porseni offline, Porseni 2022 ini menyentuh angka 8. Ditinjau dari kembalinya rivalitas yang sehat dan silaturahmi antar himpunan. 

Namun, jika dilihat dari porseni secara keseluruhan, ia memberi penilaian di angka 5 atau 6. Kurangnya animo Gama FIB dapat dilihat dari kemeriahan penonton di 3 cabang olahraga utama, yaitu Futsal, Basket, dan Badminton. Hanya 3 himpunan saja yang menunjukan antusias yang tinggi.

Sedangkan untuk closingan, Fadhlan memberi angka 6 atau 7 karena menurutnya acara ini masih jauh dari kata maksimal. 

Selanjutnya, Fadhlan menjelaskan beberapa kendala selama Porseni 2022 berlangsung. Pertama, jauhnya domisili panitia dari Jatinangor yang membuat komunikasi pada awal-awal terbentuk yang bisa dikatakan berantakan. Beberapa panitia bahkan hilang-hilangan saat sedang dibutuhkan. Kedua, terdapat beberapa kendala dari setiap divisi. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh kurang pahamnya beberapa staf terhadap tupoksi dan cara kerja divisinya sendiri. Ketiga, masalah dana yang dinilai menjadi masalah setiap acara. Kemudian masalah dari eksternal, munculnya orang-orang yang meremehkan dan mengintervensi hingga beberapa panitia ciut duluan sebelum dimulainya kegiatan ini. 

Selanjutnya animo masa yang kurang dan fame Porseni yang hilang, “Porseni sebelumnya, seharusnya seperti olimpiade, salah satu ajang paling bergengsi di FIB,” ujar Fadhlan. 

Menurut Fadhlan, nama dari BEM tahun ini juga berpengaruh karena panitia harus ikut mengembalikan dan menciptakan nama yang bagus untuk BEM Gama FIB dan yang terakhir dari penuturan Fadhlan mengenai kendala adalah sebagai angkatan online, panitia tidak memiliki bayangan tentang bagaimana Porseni, dikatakan panitia menggores tinta baru bukan membuka blue print yang ada. 

Kemudian, solusi yang dituturkan Fadhlan terhadap kendala-kendala yang terjadi ialah toleransi yang lebih tinggi karena berhubungan secara online pada awal terbentuknya panitia. Sedangkan untuk masalah eksternal, bahwa mereka memilih untuk membuktikan dengan aksi dan hasil yang nyata. 

Melihat closing day Porseni 2022 dan meninjau salah satu tujuan dari acara ini. Meskipun  animo masa gama FIB tidak terlalu tinggi, tetapi goals untuk mempersatukan kerukunan antar Hima FIB melalui lomba olahraga dan seni serta hiburan yang disajikan di akhir acara, menunjukkan bahwa misi khusus yang dibawa panitia tercapai dengan baik. 

BACA JUGA Tulisan lain dari rubrik Liputan dan Berita atau tulisan Elsa Salma Benanny lainnya

guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Lainnya

Inspirasi Budaya Padjadjaran