Lika Liku Keringanan Biaya UKT 2023

Dinda Badli
539 views

Cuitan-cuitan keluhan atas Beasiswa Keberlanjutan Studi atau Tidak Mampu (KS/TM) viral di kalangan mahasiswa Universitas Padjadaran. Para mahasiswa beramai-ramai mengirim menfess di akun Twitter @DraftAnakUnpad (DAU) untuk menyuarakan keluhan mereka mengenai pelaksanaan beasiswa ini. Beberapa cuitan menunjukkan terdapat penolakan beasiswa dengan alasan yang tidak meyakinkan. Lain cuitan menjelaskan bahwa mereka yang lolos mengalami penolakan sepihak dari pihak Kampus, sehingga tidak pasti untuk mendapatkan potongan. Mereka mempertanyakan adanya penolakan mendadak status beasiswa mereka walau telah diterima dalam pengumuman yang disampaikan pada 18 Januari lalu. Hal ini semakin menambah keresahan mengingat masa batas pembayaran UKT ialah tanggal 22 Januari dan status tagihan belum mengalami kepastian pengurangan. Selain itu, para mahasiswa juga mengeluhkan pemotongan yang masih tetap membebankan karena nilainya yang sedikit. 

Pelaksanaan Beasiswa ini sendiri terkesan tergesa-gesa. Melalui akun PACIS mahasiswa, beasiswa dibuka dari tanggal 9 Januari dan ditutup empat hari setelahnya. Sempitnya masa pengisian data juga dibarengi dengan prosedural yang cukup rumit. “Adanya kurang mendetail informasi tentang berapa rangkap yang perlu di serahkan ke pihak kampus sempat menjadi permasalahan saya. Setelah mendaftar beasiswa di PACIS, masukan data2 yang diminta dan memprint data-data yang disuruh untuk di print. Lalu, memprint semua data2 yang di butuhkan. Kemudian meminta tanda tangan kepada kaprodi dan bagian fakultas, lalu di scan, dan menginput yang sudah di scan ke pacis sesuai dengan kolomnya masing-masing, dan menyerahkan berkas fisik kepada pihak kampus” ujar Naura, mahasiswa Prodi Bahasa dan Budaya Tiongkok Angkatan 2022 yang sempat mengikuti beasiswa ini. Sempitnya waktu pengisian data dengan rumitnya prosedur yang diperlukan mengakibatkan hal umum apabila para pendaftar gagal untuk mendaftarkan diri.

Bila pun diterima, pihak kampus tidak memberikan potongan yang cukup. Beberapa cuitan di DAU memperlihatkan bahwa potongan umum yang diberikan hanyalah Rp 1 Juta rupiah, dengan tertinggi yaitu Rp2.5 Juta rupiah dan nilai terendah ialah Rp 250rb. Potongan ini dapat dikatakan cukup kecil dan masih membebani mahasiswa. “Kami sendiri masih kesulitan, karena pihak Universitas menganjurkan untuk mengisi sesuai nominal yang mampu dibayar, tetapi realitanya jauh dari ekspetasi kami.” Ujar Diyang dari Prodi Bahasa dan Budaya Tiongkok angkatan 2022 yang juga mengikuti beasiswa ini. Diyang mengatakan bahwa pada awalnya, UKT miliknya berkisar Rp 8 Juta dan sempat meminta keringanan UKT. Akan tetapi, pihak kampus hanya memberikan potongan sebesar Rp 1 Juta saja dimana hal ini masih memberatkan Diyang dimana pemasukan utama keluarganya hanyalah dari insentif pensiunan orang tuanya.

Pada akhirnya, pihak Universitas memperbolehkan untuk pembayaran UKT secara cicilan. Para mahasiswa berharap agar di tahun berikutnya, pihak kampus tidak memberikan pengumuman pembukaan di waktu yang sangat dekat dengan tenggat pembayaran. Pihak kampus juga diharapkan untuk dapat lebih memperjelas dan mensosialisasikan adanya beasiswa ini dengan lebih tepat. Selain itu, kedepannya diharapkan agar nominal pemotongan juga prosedural dari pendaftaran UKT ini dicantumkan selengkap dan sejelas mungkin. “Jangan lah membuat harapan palsu dengan mengatakan isi nominal sesuai kemampuan kalo akhirnya hanya mendapat potongan 1 jt. Bukan tidak bersyukur, hanya saja aku sayang bapa ku. apakah aku harus menjual ginjal? Terima kasih” ujar Diyang.

guest

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Lainnya

Inspirasi Budaya Padjadjaran