Tag Puisi

Takhta di Ruang Tengah

Sedikit sekali peluh yang Ia tinggalkan di siniUluran tangannya pun terasa asingDi sini, di tempat ini,Ibu memilih seumur hidupnyadengan lelaki yang dulu Ia kira mampu berusaha Tanpa malu Ia menetapkan dirinya sebagai pemintaEntahlah, mungkin karena sudah terbiasaTanpa malu Ia memaki…

Retak

Mungkin kalanya “kita” memang tak semestinya sejiwaMenentang batas-batas takdirMemaksa keadaan Satu tangkai bunga Semakin layuRingkih GugurHilangAbstrak  Api pun padamBersama sisa-sisa (r)asaTenggelam Mungkin sekarang,satu kesempatan Mungkin kalanya “kita” tak harus berjuang sejauh iniMemaksa restuMendaki ego tinggi Satu perintah“Hancurkan”TerguncangMatiTotal Tak pernah terpikirKisah kita menemui…

Rengkuh

Rengkuh diriku,  meski harus melalui hancurnya sebuah bintang  Meski jari manis ini tidak bisa bertaut karena terlampau ringkih  Kubilang, rengkuhlah raga ini  Yang terlalu banyak menyimpan kegamangan  Dari bait-bait yang hanya mencapai ujung lidah  Dari kasih yang kerap bermuara di…

Sebatas Lengkara

Seindah apa pun sesuatu, ia hanya berhenti pada tataran rupa dan tidak menyentuh makna yang lebih dalam. Kita hanya sampai pada tahap mengagumi, tidak dapat memiliki; sebatas keindahan yang tidak jadi kenyataan. Sekalipun rasa itu nyata, ia tak mampu didefinisikan…

Atas Nama Diri

–Kumpulan Puisi Euis Indrawati Hidup tak pernah benar gelapselegam hitamtak juga benar cerah, sebersih putih Barangkali hidup adalah undak-undak bernama masamaka pada tingkatnya yang kesekian, saya hidup legaesok lagi saya lantang mendiktenya diterjang jalan terang itupolos tanpa sehelai ragumenemui pelarian paling rahasiayang…

Biru Membiru

Puisi-puisi ini menggambarkan hubungan manusia dengan alam, melalui simbol-simbol untuk menyampaikan pesan—sarat makna emosional juga eksistensial. Mencerminkan kecemasan terhadap ketidakseimbangan politik dan perubahan besar yang mengancam keteraturan hidup. Kumpulan puisi Nazwa Sakha Sabita Ibu Laut adalah ibuPenyimpan kenanganPerawat manusiaSumber takutnya…

Simulakra Diri

Puisi-puisi dalam kumpulan ini lahir dari pergulatan sunyi antara suara batin dan riuh dunia. Ia adalah cermin yang retak—memantulkan serpih-serpih identitas, kenyataan yang dibentuk oleh suara di luar diri, dan pertanyaan-pertanyaan yang tak selalu butuh jawaban. Lewat metafora dan imaji,…