CIA di Beranda Sastra Indonesia

... kita juga jangan menampik kenyataan bahwa memang sastrawan yang kita kagumi karya-karyanya itu memiliki hubungan dengan CIA dan melanggengkan kekerasan budaya melalui produk kebudayaan yang mereka ciptakan.

... kita juga jangan menampik kenyataan bahwa memang sastrawan yang kita kagumi karya-karyanya itu memiliki hubungan dengan CIA dan melanggengkan kekerasan budaya melalui produk kebudayaan yang mereka ciptakan.

Menulis tentang Ibu tidak akan pernah jadi hal yang mudah bagi saya. Sosoknya ruwet, kompleks, dan hubungan yang terjalin di antara kami berdua bagaikan kabel kusut yang sulit diurai.

“MKWF semester 5 lahir dari—dan sebagai manifestasi—kecemasan mahasiswa dan fakultas sastra tentang masa depannya pasca-kelulusan.”

Ada-ada saja memang senior yang gila hormat ini~

Emangnya kenapa, sih, nyebut Taiwan bisa seberbahaya itu?

Pelestarian budaya Indonesia harus tetap dilanjutkan meskipun masih pandemi. Pelestarian budaya bukan tugas yang hanya diperuntukkan mahasiswa saja, tetapi juga pemerintah serta seluruh masyarakat Indonesia.

Berkembangnya teknologi serta maraknya budaya luar yang lebih dominan dan populer pastinya akan banyak digemari oleh anak muda zaman sekarang. Hal ini dapat memunculkan sebuah ancaman terhadap budaya Sunda, seperti lunturnya warisan budaya Sunda, memudarnya adat istiadat Sunda, sampai berkurangnya penggunaan bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari.

Kalau seni wayang golek hanya dibiarkan ala kadarnya, saya rasa pada akhirnya wayang golek hanya akan tersisa di dalam buku IPS atau buku seni budaya dalam kategori “Seni Tiga Dimensi”