Category Puisi

Selamat Tinggal Hari yang Telah Hilang

Tanpa melepaskan realita kemarin dan hari ini maupun segala momen yang telah sirna di kejauhan Ku’kan menahan segalanya dengan pasti Mimpi yang bagaikan terselebung kabut Tak’kan pernah kulepaskan lagi Karena masa kini terus saja jatuh tertumpah dan meluap Mengapa gerangan…

MUSIM

Betapa malang negeriku ini Ditinggal para muda-mudinya, Hanya tinggal raja-raja buncit Yang kekenyangan oleh darah Rakyatnya sendiri   Wanitanya ditarik ke negeri-negeri minyak Lelakinya dipaksa membangun gedung-gedung mencium langit Para remajanya dipabrikan 24 jam di negeri sendiri Kakek-kakek, Nenek-nenek, dan…

Kaulah Akarnya

Oleh Siti Nurul Wahidah (Sastra Jepang 2013)   Tak perlu kau embuskan maya itu lagi Lewat irama tubuh yang buatku melambung Dan seketika seakan kau hempas kerasku ke bumi pijak ini Mengilu rasanya sela-sela nadiku Ini lebih menyakitkan! Jika senja…

Aku Ingin Pulang

Puisi: Amelia Rahma (Sastra Indonesia 2014) “Engkau ingin pulang?” “Rebahkan sayap dan menarilah” Jangan terbang! Cukup menari seakan kerlip bintang mengiringi “Aku ingin pulang?” “Ya dibasuh gradasi senja aku mengusang” Hanya membawa pena yang disisip di telinga Tanpa warna tanpa…

Musim Jatuh Cinta

Disini, Nun, di tempat ini Musim tak lagi Cuma penghujan Iya, jatuh cinta Jatuh cinta seolah menjadi musim baru   Orang-orang seperti latah atau mengikuti tren Atau barangkali memang musimnya Kau bisa menemukan orang jatuh cinta disetiap sudut Di lorong,…

Tapak Dara

Tanpa menangis, air mata bisa mengucur deras Kesedihanku seperti tapak dara yang tertindas dan tergilas Sewaktu dulu pengharapan tak pernah jauh Sekarang semua menjelma hitam padam tak bersekam Seperti aku yang kini kalah dengan keadaan, engkau menang dengan caramu mengacuhkan aku

Keikhlasan Perempuan Penulis Sajak

Seperti embun di pagi hari Yang perlahan menghampiri daunnya Aku bahkan hanya seperti debu yang ditiup lalu terbang ke mana saja Mencari kamu yang sulit untuk kutebak degupmu untuk siapa   Aku hanya lapang yang ikhlas Menikmati jalanmu yang semakin…

TAK TERATASI DARI LUKA LAMPAU

Oleh Julisa Yarni (Sastra Indonesia 2015) Kau suguhkan padaku pemantik api yang membakar gelora rasa di musim-musim hatiku Kita pun menari ikuti pancaran cahaya pelangi Hingga gelombang waktu temukanmu Kau beranjak perlahan dari pelataran Aku tahu Ku kan bermain dengan…