Category Puisi

Dosa Manusia

Betapa banyak dosa kita Tak terbayang akan jumlahnya Tiap jam, menit, bahkan detik Sarat akan penderitaan Ya tuhan kami… Sampai kapan kita akan begini Dirundung permasalahan duniawi Yang tak kunjung berakhir Tanpa disadari kesalahan kita Yang telah kita perbuat kepadanya…

Tersesat

Asing: Terombang-ambing Hening, tak ada deru ataupun desing, ingatan-ingatan hancur berkeping Resah: Dikurung antara gelisah, ataukah pasrah Tak tahu arah, entah kemana harus melangkah Hampa: Bahkan tiada kata mengapa Mustahil sapa, karena memori telah terlupa, dan sisanya tinggal nestapa. —Lim

CERITA TENTANG LEMBAYUNG

  Di sini, di sudut kehilangan tempat biasa aku bersitatap dengan lembayung senja, Kudongengkan perihal daun-daun cinta yang ternyata tak pernah gugur dan hinggap di dadaku. Tentang ranting-ranting yang mulai menertawai. Bahwa hanya pada cahaya arunika pagi itu, angin tak…

Doa

  Tuhan, aku berdoa pada-Mu Semoga aku tidak gila Semoga aku tidak takut Semoga aku tidak cepat mati   Aku diburu tuan Ya Tuhan Karena telah membunuh anak tuan Aku telah mencekiknya Ya Tuhan Lalu menguburnya di tanah tuan  …

Tiba-Tiba

Hujan turun tiba-tiba Di antara cerah langit kita Dengan semua irama gerimis-deras Dan aroma tanah basah Mensamarkan tangis yang keras Dan kesia-siaan resah Bila hujan tiba-tiba Di sela peluk dan canda Dengan genggaman yang membuai Dan parfummu tetap mengikatku Maka…

Selamat Tinggal Hari yang Telah Hilang

Tanpa melepaskan realita kemarin dan hari ini maupun segala momen yang telah sirna di kejauhan Ku’kan menahan segalanya dengan pasti Mimpi yang bagaikan terselebung kabut Tak’kan pernah kulepaskan lagi Karena masa kini terus saja jatuh tertumpah dan meluap Mengapa gerangan…

MUSIM

Betapa malang negeriku ini Ditinggal para muda-mudinya, Hanya tinggal raja-raja buncit Yang kekenyangan oleh darah Rakyatnya sendiri   Wanitanya ditarik ke negeri-negeri minyak Lelakinya dipaksa membangun gedung-gedung mencium langit Para remajanya dipabrikan 24 jam di negeri sendiri Kakek-kakek, Nenek-nenek, dan…

Kaulah Akarnya

Oleh Siti Nurul Wahidah (Sastra Jepang 2013)   Tak perlu kau embuskan maya itu lagi Lewat irama tubuh yang buatku melambung Dan seketika seakan kau hempas kerasku ke bumi pijak ini Mengilu rasanya sela-sela nadiku Ini lebih menyakitkan! Jika senja…