Kumpulan Puisi Pena Budaya Edisi #1

Tapi perasaanmu padaku sejauh si almamater kuning perbatasan dengan biru dongker pindah gedung.

Tapi perasaanmu padaku sejauh si almamater kuning perbatasan dengan biru dongker pindah gedung.

Sekarang apa saja bisa dilakukan dengan menatap layar dan menekan tombol virtual atau mengetuk huruf dan bilangan.

Oleh : Phile Bau dupa yang menyengat itu, mampir di setiap sudut kamar. Lantunan ayat suci, Sungguh menyayat dan mengiris hati siapa saja yang mendengarnya. Tangis yang belum juga reda masih terdengar di luar kamar Seorang anak kecil ikut menangis…
Betapa banyak dosa kita Tak terbayang akan jumlahnya Tiap jam, menit, bahkan detik Sarat akan penderitaan Ya tuhan kami… Sampai kapan kita akan begini Dirundung permasalahan duniawi Yang tak kunjung berakhir Tanpa disadari kesalahan kita Yang telah kita perbuat kepadanya…

Asing: Terombang-ambing Hening, tak ada deru ataupun desing, ingatan-ingatan hancur berkeping Resah: Dikurung antara gelisah, ataukah pasrah Tak tahu arah, entah kemana harus melangkah Hampa: Bahkan tiada kata mengapa Mustahil sapa, karena memori telah terlupa, dan sisanya tinggal nestapa. —Lim

Di sini, di sudut kehilangan tempat biasa aku bersitatap dengan lembayung senja, Kudongengkan perihal daun-daun cinta yang ternyata tak pernah gugur dan hinggap di dadaku. Tentang ranting-ranting yang mulai menertawai. Bahwa hanya pada cahaya arunika pagi itu, angin tak…

Tuhan, aku berdoa pada-Mu Semoga aku tidak gila Semoga aku tidak takut Semoga aku tidak cepat mati Aku diburu tuan Ya Tuhan Karena telah membunuh anak tuan Aku telah mencekiknya Ya Tuhan Lalu menguburnya di tanah tuan …

Hujan turun tiba-tiba Di antara cerah langit kita Dengan semua irama gerimis-deras Dan aroma tanah basah Mensamarkan tangis yang keras Dan kesia-siaan resah Bila hujan tiba-tiba Di sela peluk dan canda Dengan genggaman yang membuai Dan parfummu tetap mengikatku Maka…