Category Sastra

Rubrik sastra dan resensi berisi karya-karya cerpen, puisi juga resensi lhoo. Cocok banget buat temen-teman yang suka merekomendasikan buku, film ataupun musik dan nulis-nulis karya sastra. Daripada cuman disimpan, kalian bisa kirim ke Pena Budaya dan jadi salah satu kontributor di rubrik ini!!

PERAMPAS REMBULAN

Oleh Dzikri Maulana (Sastra Indonesia 2015) “Di sisi jendela kamar, aku diam-diam berkelahi bersama perasaan, bersama hempasan angin malam,hingga akhirnya pergi mencari jawaban tentang rembulan dan cinta” Dengan sekotak kado berwarna jingga serta disisipi sebuah surat kecoklatan, kukirim kepadamu sebuah…

Kaulah Akarnya

Oleh Siti Nurul Wahidah (Sastra Jepang 2013)   Tak perlu kau embuskan maya itu lagi Lewat irama tubuh yang buatku melambung Dan seketika seakan kau hempas kerasku ke bumi pijak ini Mengilu rasanya sela-sela nadiku Ini lebih menyakitkan! Jika senja…

Aku Ingin Pulang

Puisi: Amelia Rahma (Sastra Indonesia 2014) “Engkau ingin pulang?” “Rebahkan sayap dan menarilah” Jangan terbang! Cukup menari seakan kerlip bintang mengiringi “Aku ingin pulang?” “Ya dibasuh gradasi senja aku mengusang” Hanya membawa pena yang disisip di telinga Tanpa warna tanpa…

Musim Jatuh Cinta

Disini, Nun, di tempat ini Musim tak lagi Cuma penghujan Iya, jatuh cinta Jatuh cinta seolah menjadi musim baru   Orang-orang seperti latah atau mengikuti tren Atau barangkali memang musimnya Kau bisa menemukan orang jatuh cinta disetiap sudut Di lorong,…

Tapak Dara

Tanpa menangis, air mata bisa mengucur deras Kesedihanku seperti tapak dara yang tertindas dan tergilas Sewaktu dulu pengharapan tak pernah jauh Sekarang semua menjelma hitam padam tak bersekam Seperti aku yang kini kalah dengan keadaan, engkau menang dengan caramu mengacuhkan aku

Kepada Aksara, tentang Kata yang Belum Tereja Olehnya

Dini hari rupanya masih mau berkompromi denganku. Angin pun berhembus ke seluruh penjuru kamar tanpa menyisakan ruang sedikitpun. Semua dipenuhi olehnya. Menyesakkan atau menyegarkan, itu bergantung pada penghirupnya bukan? Dan aku lebih memilih menjadikannya sebagai hal yang menyegarkan.   Hai. Aku sengaja menulis…

Keikhlasan Perempuan Penulis Sajak

Seperti embun di pagi hari Yang perlahan menghampiri daunnya Aku bahkan hanya seperti debu yang ditiup lalu terbang ke mana saja Mencari kamu yang sulit untuk kutebak degupmu untuk siapa   Aku hanya lapang yang ikhlas Menikmati jalanmu yang semakin…

Vide et Crede Vicious

Oleh: Robi Afrizan Saputra (Sastra Indonesia 2014) Gara-gara uang 500 rupiah nenek bungkuk itu berjalan kira-kira sejauh 5 km. Tongkat kayu lapuknya hampir patah. Tangkainya digerogoti rayap-rayap setan. Belum lagi sejumlah ijuk di punggung yang membuatnya bertambah bungkuk. Tampaklah ia…