PRICE 2017: Book Can Change The World

Sesi Satu dalam Acara Price. Foto: Khansa

JatinangorꟷUNESCO menetapkan tanggal 23 April sebagai Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia. Untuk memperingatinya, HIMAKA (Himpunan Mahasiswa Ilmu Perpustakaan) Unpad menyelenggarakan PRICE (Padjadjaran Information and Cultural Event) 2017 di Auditorium Bale Santika Unpad, Selasa (25/04) lalu. Melihat minimnya minat baca di Indonesia, tujuan acara ini diadakan adalah untuk meningkatkan kesadaran mahassiwa akan pentingnya membaca.

Price 2017 dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama acara ini dibuka dengan sambutan dari Jessica Prisilia selaku ketua pelaksana, Rovi Hermawan selaku Ketua Himaka, M. Zul Karami selaku perwakilan BEM Kema Unpad, dan Bapak Agus Ruhmana selaku Kepala Prodi Ilmu Perpustakaan Unpad. Acara dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya acara Price 2017. Sebelum memulai talkshow, peserta dihibur dengan penampilan dari Padjadjaran Ensemble Community. Talkshow sesi 1 menghadirkan Suherman, perwakilan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yang merupakan alumni dari Ilmu Perpustakaan Unpad dan Abang None Buku Jakarta, Prasetyo Amirullah dan Yasmine Shafa Kamila. “Buku dapat mengubah dunia dan akhirat,” jelas Pak Suherman, “kita bisa mendapatkan pengaruh baik ataupun buruk, tergantung dari buku yang kita baca. Coba kalau kamu perhatikan, pahlawan-pahlawan nasional itu kutu buku. Soekarno, Hatta, Tan Malaka, Kartini—mereka adalah orang besar dan hobi mereka adalah baca buku.” Menurut survei, minat tingkat baca di Indonesia hanya 0,001% dan Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara dalam minat membaca.

“Menurut saya, salah satu masalah utama di Indonesia, yang masih dalam kategori negara berkembang, adalah karena sumber daya manusianya. Mungkin hal ini bisa diatasi sesederhana orang-orang di Indonesia lebih rajin membaca buku. Dengan kekayaan sumber daya alam yang ada di Indonesia, jika orang-orang lebih rajin membaca tentang bagaimana mengolah SDA dengan baik, itu jelas bisa mengubah Indonesia, kan?” jelas Yasmine, “buku memang bisa mengubah dunia, tetapi itu semua tergantung individunya. Apakah dia mau membacanya atau hanya sekadar menaruhnya di atas meja?”

Sesi kedua Price 2017 diawali dengan penampilan tari dari Coral FPIK dan pemutaran video pra-event Price 2017. Talkshow dan bedah buku di sesi kedua ini menghadirkan Fahd Pahdepie, penulis buku “Angan Senja Senyum Pagi”, dan Bernard Batubara, penulis buku “Elegi Rinaldo”. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dengan kedua penulis dan penampilan akustik dari Miba Himaka, Henna dan Reihan.

Price 2017 adalah acara tahunan Himpunan Mahasiswa Ilmu Perpustakan Universitas Padjadjaran yang diawali dengan Book Charity. Buku-buku yang digalang tanggal 17-21 April 2017 di Brooklyn Unpad ini disalurkan ke Tamaan Bacaan Masyarakat (TBM) se-Bandung Barat, Sabtu (22/04) kemarin. (MLD/SBN)

0

Komentar