Plan Indonesia, Organisasi yang Memperjuangkan Isu Kesetaraan bagi Anak dan Perempuan Serukan Aksi Kampanye Online dalam Peringatan 16 HAKTP

Sapitri Sri Mustari
213 views
HAKTP Plan Indonesia

Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) merupakan kampanye global yang diadakan dari mulai tanggal 25 november hingga 10 desember setiap tahunnya, gerakan ini sudah ada sejak tahun 1991. Pemilihan rentang waktu tersebut secara simbolik berhubungan dengan kekerasan terhadap perempuan dan HAM, serta menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM. 

Adapun tujuan dari gerakan 16 HAKTP ini untuk mendorong kampanye secara global agar upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan lebih bisa dikenal lagi dan menjadi perhatian lebih bagi pemangku kepentingan juga pembuat kebijakan.

Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) sebagai organisasi yang mendukung penuh kesetaraan gender, turut berpartisipasi di dalam kegiatan 16 HAKTP ini setiap tahun.  Di tahun 2021 ini, dengan mengajak berbagai kelompok dan organisasi kaum muda, terutama perempuan, Plan Indonesia akan memberikan kesempatan bagi mereka untuk secara bermakna berkontribusi dalam kampanye global 16 HAKTP. 

Harapannya, mereka dapat menjadi juara perubahan bagi kaum muda lainnya, sehingga lebih banyak lagi kaum muda yang terinspirasi dan termotivasi untuk bersama-sama berkontribusi pada perubahan. Dalam Festival Online 16 HAKTP kali ini, Plan Indonesia akan mengangkat 3 (tiga) isu yang menjadi fokus kampanye selama satu tahun terakhir, diantaranya: Perkawinan anak, Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), dan Kekerasan Seksual.

Kampanye 16 HAKTP oleh Plan Indonesia ini punya tujuan untuk meningkatkan aksi dan solidaritas anak perempuan di platform online untuk melawan segala bentuk kekerasan berbasis gender, terutama perkawinan anak, kekerasan seksual dan kekerasan berbasis gender online dan meningkatkan aksi publik (pengguna online/netizen) untuk melindungi, utamanya anak dan kaum muda perempuan, dari segala bentuk kekerasan berbasis gender.

Mengikuti jadwal kampanye global yaitu 25 November sampai dengan 10 Desember 2021, Plan Indonesia juga melaksanakan kampanye 16 HAKTP ini pada rentang tanggal tersebut dengan rincian lima hari pertama kampanye akan fokus pada isu perkawinan anak, lima hari berikutnya fokus pada KBGO, dan lima hari terakhir fokus pada isu kekerasan seksual. 

Adapun kaum muda yang diajak berkontribusi merupakan komunitas kaum muda yang sudah pernah bermitra di dalam kegiatan-kegiatan kampanye Plan sebelumnya, seperti Girls Leadership yang merupakan program yang diadakan pada akhir tahun  2020 dan Powering The Movement yang diadakan pada awal Juli tahun ini. Dari kedua program tersebutlah para kaum muda diundang dan diseleksi lewat proposal terbaik yang diajukan.

Gerakan kampanye ini diadakan secara online, mengikuti perencanaan yang sudah disiapkan sejak awal. “Online, karena sejak awal memang dirancang untuk kampanye online, selain karena pandemi yang sedang melanda seluruh negeri, juga karena media daring merupakan salah satu media yang cukup efektif untuk menyebarkan pesan kampanye kepada kaum muda, sesuai dengan target kampanye Plan dalam festival 16 HAKTP ini,” ucap Jasmine yang merupakan salah satu anggota pengurus Plan Indonesia. 

Kampanye yang dilakukan oleh para mitra kaum muda Plan memiliki berbagai macam bentuk, mulai dari talkshow, kelas-kelas, hingga lomba konten kreatif. Masyarakat umum yang ingin ikut berpartisipasi dalam kampanye ini, nantinya bisa mengikuti berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para mitra kaum muda, dengan informasi lebih lanjut pada publikasi yang nantinya dibagikan oleh mereka.  

Harapan yang ingin dicapai dari adanya gerakan kampanye ini yakni kesolidaritasan antar kaum muda seperti yang dijelaskan Aditya, salah satu pengurus dari pihak Plan Indonesia.

 “Harapannya yaitu adanya solidaritas dari kaum muda untuk kaum muda  yang bisa didengar oleh berbagai pihak bahkan pemerintah terkait isu-isu yang erat kaitannya dengan 3 isu utama yang kami dorong tadi. Dan semoga gerakan ini berlanjut menjadi suatu forum dan (bisa) mengajak mitra lain untuk bekerja sama lebih banyak lagi. Suara kaum muda yang muncul ke depan, begitu singkatnya.” 

Editor: Raihan Rizkuloh Gantiar Putra

guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Lainnya

Inspirasi Budaya Padjadjaran