Gandeng Dua Sutradara Beken Indonesia, Novel Gadis Kretek Akan Dapat Adaptasi Serial Original Netflix

Sayyidah Nawaf Ahmatul
1464 views

Sejak awal penerbitannya pada tahun 2012 lalu, novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala langsung meraih kepopuleran dengan memasuki jajaran 10 besar penerima penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2012. Pencapaiannya tidak berakhir di sana, dimana BASE Entertainment dan Fourcolours Films merencanakan penggarapan novel Gadis Kretek menjadi sebuah serial original Netflix yang disutradarai oleh Kamila Andini dan Ifa Isfansyah.

Dengan judul yang sama, Gadis Kretek akan didukung oleh sederet aktor dan aktris kondang seperti Dian Sastrowardoyo, Ario Bayu, Putri Marino dan Arya Saloka. Gadis Kretek sendiri telah memasuki masa produksi dan dijadwalkan akan tayang pada tahun 2023 ini. Menggandeng sutradara suami-istri beken, yakni Kamila Andini dan Ifa Isfansyah, Gadis Kretek menjadi salah satu serial Netflix yang sangat dinantikan peluncurannya.

Kamila Andini atau akrab disapa dengan sebutan Andini merupakan anak dari sutradara Garin Nugroho. Debutnya dalam film “Rahasia Dibalik Cita Rasa” pada tahun 2011 lalu berhasil membawanya pada ajang bergengsi film nasional dan dunia. 

Andini masuk ke dalam nominasi Sutradara Terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) pada tahun 2011. Tidak hanya itu, pada tahun 2017, film “The Seen and The Unseen” yang ia sutradarai mendapat pujian dari para kritikus dan meraih penghargaan Fiksi Future Festival Film Adelaide pada tahun 2019 yang tayang perdana pada di World Premiere, Festival Film Internasional Toronto pada tahun 2018. Selain itu, masih banyak penghargaan bergengsi lainnya yang mampu Andini raih.

Bersama istrinya, Ifa Isfansyah akan menemani Kamila Andini dalam menggarap novel Gadis Kretek menjadi serial original Netflix. Mulai meniti karir pada tahun 2001, Ifa dikenal sebagai salah satu pendiri komunitas film independen bernama Fourcolours Film yang aktif memproduksi film-film pendek.

Kesuksesannya mulai menonjol saat film “Mayar” buatannya berhasil meraih penghargaan SET Award pada Festival Film-Video Independen 2002. Film ini juga berhasil masuk di beberapa festival termasuk film ternama seperti Rotterdam dan Festival Film Hamburg. 

Tidak hanya itu, film pendek “Harap Tenang, Ada Ujian!” berhasil memenangkan penghargaan di beberapa festival penting di Indonesia dan masuk menjadi film pendek terbaik di Jogja-NETPAC Asian Film Festival, Festival Film Pendek Konfiden dan Festival Film Indonesia 2006 serta berhasil masuk di sesi international competition Short Shorts Film Festival 2007, Tokyo, Jepang dan Alamaty Film Festival di Kazakhstan serta Three Eyes Film Festival di Mumbai.

Beberapa karya ternama Ifa Isfansyah lainnya di antaranya ada “Garuda di Dadaku” yang merupakan debut film panjangnya pada tahun 2009. Kemudian, kepopuleran film “Sang Penari” semakin menanjak bersama namanya kala film ini meraih Piala Citra dan mendapat penghargaan sebagai Sutradara Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2011.

Di tahun 2023 ini, Kamila Andini dan Ifa Isfansyah bersama-sama menggarap film Gadis Kretek yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama. Sebagai salah satu sutradara berbakat Indonesia, para penggemar sastra dan pecinta film Indonesia memiliki ekspektasi yang tinggi pada adaptasi serial “Gadis Kretek.” Kamila Andini dan Ifa Isfansyah pun sudah mulai menggarap serial original Netflix ini. Dengan menggandeng dua sutradara tersohor tersebut, hasil dan kualitas dari serial Netflix “Gadis Kretek” akan terjamin dan tidak perlu diragukan lagi.

“Gadis Kretek” merupakan novel yang tidak hanya menceritakan tentang persaingan bisnis dan percintaan, tetapi juga menceritakan sedikit kondisi Indonesia sebelum masa merdeka. Novel ini menekankan kisah tentang perkembangan bisnis yang awalnya klobot berubah menjadi kretek berdasarkan selera masyarakat di Indonesia.

Cerita “Gadis Kretek” ini akan menawarkan sebuah sisi kehidupan di mana dalam membangun bisnis pastinya seseorang akan dihadapi dengan banyak tantangan dan kendali, terutama dari orang-orang terdekat. Semua hal yang seorang jalankan pasti akan selalu membutuhkan rencana, proses, dan berkah dari Tuhan dan semua itu tentu tidak akan berjalan dengan sempurna.

guest

0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Lainnya

Inspirasi Budaya Padjadjaran