Gema Massa di Bandung dalam Memperingati International Women’s Day

Redaksi Pena Budaya
38 views
','

' ); } ?>

Dalam rangka memperingati International Women’s Day (IWD), digelar gerakan peringatan bertajuk Bandung International Women’s Day 2026 yang dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat. Bandung International Women’s Day merupakan aksi peringatan yang diselenggarakan oleh aliansi komunitas Simpul Pembebasan Perempuan (Simpul Puan) pada Minggu, 8 Maret 2026.

Aksi dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dengan kegiatan long march dari Titik 0 KM Bandung menuju Cikapundung Riverspot. Sepanjang perjalanan, semarak yel-yel yang menyuarakan tuntutan hak perempuan bersahutan dengan kibaran bendera serta poster-poster yang memuat berbagai kritik sosial. 

Setibanya di Cikapundung Riverspot, kegiatan dilanjutkan dengan mimbar bebas yang menampilkan berbagai bentuk ekspresi perlawanan, seperti orasi, penampilan musik, pertunjukan teater, dan berbagai ekspresi seni lainnya. Kegiatan ini menjadi ruang bagi beragam elemen masyarakat, mulai dari masyarakat umum, mahasiswa, aktivis, pers, serikat pekerja, hingga komunitas queer untuk menyuarakan kesetaraan atau sekadar menyaksikan rangkaian kegiatan International Women’s Day. Tidak hanya itu, sisi kanan dan kiri lokasi acara juga dipenuhi oleh berbagai lapak komunitas yang dapat dinikmati oleh publik. Beberapa di antaranya seperti layanan tato henna gratis, perpustakaan jalanan, face painting, dan berbagai kegiatan komunitas lainnya.

Pada tahun ini, aksi peringatan IWD di Kota Bandung mengangkat tema “Perempuan Bangkit Kembali! Hancurkan Jeruji Fasisme!”. Tema tersebut disertai dengan 11 poin tuntutan yang memuat berbagai isu, di antaranya penolakan terhadap kriminalisasi, diskriminasi berbasis gender, eksploitasi terhadap buruh, guru, dosen, dan pekerja kampus, serta tuntutan atas pemenuhan hak fasilitas kesehatan, hak pendidikan, akses yang setara, kebebasan berekspresi, hingga penghentian politisasi agama.

Peringatan IWD di Kota Bandung menjadi ruang bagi para seniman untuk menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan melalui berbagai aksi dan pementasan. Teater Djati, UKM Sastra Indonesia FIB Unpad, menjadi salah satu penampil dalam kegiatan ini.

Teater Djati menampilkan pementasan “Mekar” dalam rangka peringatan International Women’s Day di Bandung, 8 Maret 2026.

Ditemui setelah pementasan berjudul Mekar, Annisa Fathiya dan Yesi Humairah Rahmani sebagai bagian dari Teater Djati pun berbagi kisah mengenai karya terbaru mereka. Bagi keduanya, penampilan sore itu menjadi pengalaman baru yang diharapkan dapat meninggalkan kesan bagi masyarakat luas.

“Momen ini terasa sangat personal karena kami berkesempatan tampil di IWD. Pengalamannya seru dan baru, serta semoga membawa manfaat bagi siapa pun yang menyaksikannya,” ungkap Yessy Humairah Rahmani selaku sutradara dalam pementasan Mekar.

Bagi Annisa Fathiya, seni menjadi wadah untuk mendalami tuntutan sekaligus rasa sakit yang kerap dialami perempuan.

“Lewat seni, saya ingin menyampaikan rasa tersebut agar menjadi refleksi bagi kita semua,” ungkapnya mengenai pesan yang ingin ia sampaikan melalui perannya.

Ramainya aksi peringatan International Women’s Day di Bandung juga menjadi pengingat bahwa masih banyak hak dan keadilan yang perlu diperjuangkan, khususnya bagi perempuan. Penguatan, perlindungan, serta pemberdayaan perempuan menjadi poin penting yang terus disuarakan, sekaligus menegaskan bahwa perjuangan menuju kesetaraan masih terus berlanjut.

Peringatan ini menjadi momen krusial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesetaraan gender serta perlindungan hak-hak perempuan, khususnya di Kota Bandung.

Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!
Hidup Perempuan yang Melawan!

Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Lainnya