SEPINYA TPS

Jatinangor (29/10) selesai sudah rangkaian pemilu di FIB, pesta demokrasi warga FIB ini menghasilkan Salehudin Fauzi dari nomor urut 2 sebagai pemenang dan berhak menjadi ketua BEM GAMA periode 2015-2016. Selain itu Dzikri Muta’ali menjadi wakil ketua BEM GAMA untuk periode yang sama.

Namun, dibalik selesainya masa pemilu di FIB, ada sebuah masalah yang perlu dikritisi, yaitu sikap apatisnya warga FIB, tercatat dari 2000 lebih mahasiswa aktif angkatan 2012-2015, panitia pemilu hanya mendapatkan kurang dari 1200 pemilih.

Alasan yang paling santer terdengar di berbagai tempat saat mereka berkumpul entah itu di Pendopo, Bangku-Biru ataupun Bangku-Merah, mahasiswa FIB menolak memilih karena mereka berpendapat bahwa pemilu FIB sifatnya pasif, karena jika nomor satu menang maka nomor 2 akan jadi wakilnya, begitu juga sebaliknya.

Masalah ini kita kembalikan dengan keadaan, kenapa bisa terjadi hal semacam itu, karena memang tidak ada calon lain yang mendaftar menjadi ketua BEM selain mereka berdua, jika kita mengkritik pemilu di FIB sifatnya pasif, kita jangan hanya sekedar mengkritik, melainkan juga memberikan solusi, jika sewaktu pendaftaran ketua BEM dulu lebih banyak calon yang mendaftar maka kita bisa pastikan pemilu di FIB akan bersifat aktif.

Jika di kemudian hari masyarakat FIB melihat bahwa pemilu ini sifatnya pasif itu adalah bagian dari kesalahan sebagian mahasiswa yang apatis. Bahkan panitia pemilu sendiri kesulitan unduk mendapatkan mahasiswa yang sukarela menjadi saksi padahal ada banyak mahasiswa yang tidak sedang sibuk di sekitar TPS . Jadi jika kita ingin pemilu di FIB bersifat aktif maka itu dikembalikan kepada kita, jangan sampai kita apatis terhadap apa yang ada di kampus FIB kita tercinta. (Dmitry, Sastra Rusia 2015)

 

0

Komentar