Baru atau lama, sebagian mahasiswa FIB yang “menetap” di sini pasti juga sudah mengetahui sedikit banyak seluk-beluk fakultas ini. Selain hal-hal bagus seperti banyaknya kantin dan vibes yang kalcer, tentu saja FIB tidak lepas dari keluhan-keluhan yang–jujurly–tampaknya tidak ada usainya terbahas di setiap sesi curahan hati para mahasiswa, loh! Apa aja, tuh?
- Wi-Fi Lemot?
Unpad merupakan salah satu kampus yang terus mengembangkan diri dengan menyediakan Wi-Fi gratis untuk seluruh civitas academica. Ini adalah inovasi yang sangat membantu, tetapi jika Sobat Penbud adalah anak FIB, pasti akan sering mendengar bisik-bisik keluhan dari teman kanan-kiri kalian setiap kali sedang mengisi kehadiran di Pacis, “Duh, sinyal lemot banget!” Hehehe, pasti betulan sering terdengar, kan?
Beberapa spot di FIB memang terkenal dengan sinyal Wi-Fi yang sering timbul dan tenggelam, sehingga tidak jarang menjadi keluhan ketika fasilitas ini sedang dipakai misalnya untuk mengisi kehadiran di Pacis, atau membuka peramban untuk menayangkan salindia daring.
- The “T” Word
Pasti Sobat Penbud tahu, kan, kepanjangan dari huruf T? Yap, toilet adalah keluhan yang agaknya paling umum terdengar di antara mahasiswa-mahasiswa FIB. Jujurly, memang banyak keluhan berulang untuk toilet, khususnya mengenai kebersihan. Kurangnya sabun dan tong sampah disinyalir membuat area toilet menjadi kurang bersih, padahal seharusnya toilet menjadi tempat bebersih.
- Aula Mini untuk Kuliah Umum
Kalau Sobat Penbud yang mengambil mata kuliah wajib fakultas atau pernah mengikuti kuliah umum, pasti pernah merasakan amat ramainya mahasiswa yang mengikuti kelas, sehingga aula-aula pun tidak cukup untuk menampung mahasiswa sebanyak itu.
Akibatnya, banyak mahasiswa harus mengambil kursi dari ruangan lain dan mengikuti kelas dengan berhimpit-himpitan. Konsentrasi perkuliahan bisa terganggu. Setiap tahun pun FIB menampung semakin banyak mahasiswa, sedangkan besar gedung tetap segini-segini saja. Jika aula tetap tidak diperbesar, agaknya tidak terbayang, ya, akan sepenuh apa ruangan untuk kuliah umum?
- Kebisingan Saat Listening
Sebagai fakultas yang hampir setiap jurusannya mempelajari bahasa asing, sudah pasti ada yang namanya listening atau pembelajaran bahasa asing bermediakan audio. Setiap kata, bahkan nada dari audio yang disetel harus kita dengarkan dengan sangat teliti, sehingga wajib hukumnya untuk fokus setiap listening. Sobat Penbud pasti pernah mengalami momen ketika kita tidak berhasil mendengar isi audio dikarenakan suara bising dari luar.
Di beberapa ruang kelas, kondisi tersebut semakin diperparah, sebab posisi ruangan bersebelahan dengan ruang outdoor seperti area Shokudou atau Pakilun. Memperbanyak ruangan kedap suara mungkin menjadi inovasi yang bagus untuk mengurangi keluhan ini.
- Kebersihan dan Ke-kinclong-an
Kebersihan beberapa tempat seperti area sekretariat, musala (termasuk tempat wudu dan toiletnya), dan tentunya fasilitas toilet yang banyak dipakai (misalnya PSBJ) digadang-gadang harus ditingkatkan lagi kebersihannya. Di sekretariat, memang mudah ditemui sampah dedaunan serta bekas makanan maupun minuman. Banyak mahasiswa yang aktif di area tersebut. Area wudu musala yang seharusnya menjadi tempat suci pun dinilai masih kurang cling dan seharusnya bisa lebih bersih lagi. Sama halnya dengan toilet PSBJ.
Tugu monolit FIB juga dinilai kurang kinclong. Kesan “bangunan lama”nya terlihat jelas. Padahal, banyak anak FIB yang ingin berfoto di depan penanda ini. Didukung letaknya yang tersembunyi di balik pohon yang sudah semakin besar, penanda monolit ini semakin terkesan ngumpet, sulit di-notice. Kesannya seperti pajangan ikonik yang tersembunyi. Jika tugu ini lebih shining, bisa saja akan membuat banyak anak FIB bangga berfoto di depannya.
- Peminjaman Gedung/Ruang
Tidak satu dua yang mengeluhkan tentang peminjaman gedung untuk kepanitiaan, program kerja, dsb. Dikarenakan sistem birokrasi yang sering berubah-ubah, sehingga membuat bingung akan alur yang benar dan pasti untuk meminjam gedung. Selain itu, ketika gedung sudah disepakati untuk dipinjam oleh pihak mahasiswa di tanggal tertentu, acapkali secara tiba-tiba terjadi pemindahan waktu, padahal sebelumnya sudah disepakati waktu dan tempatnya. Hal ini menjadi salah satu dilema yang memusingkan bagi mahasiswa yang ditunjuk menjadi perantara peminjaman gedung atau ruang.
- Penerangan Malam Hari
Ini, nih, salah satu yang bikin agak was-was kalau berkegiatan sampai malam di FIB. Kegiatan kepanitiaan sampai malam, sudah tiba waktunya salat dan ke musala, eh, balik lagi karena jalan menuju area tersebut gelap banget, takut … Untungnya, kegelapan ini sudah sedikit “berkurang” berkat lampu-lampu yang baru dipasang di area Inspirasa, tetapi masih ada spot-spot yang akan sangat bagus jika diberi lampu seperti area menuju musala dan area gedung C.
FIB tetaplah tempat yang indah walau banyak yang dikeluhkan, seperti “rumah” dan di situ letak asyiknya rumah. Walau dikeluh-keluh, tetap saja di sana kita tumbuh. Dengan kerja sama yang baik, semoga kita semua bisa bersama-sama pula menumbuhkan FIB sampai bermekaran harum di mana-mana!