Selamat Datang, Padjadjaran Muda!

hak milik:; http://www.unpad.ac.id/fakultas/ilmu-budaya/

hak milik:; http://www.unpad.ac.id/fakultas/ilmu-budaya/

Bagaimana rasanya bergabung dengan satu diantara universitas terbaik Indonesia? Membanggakan pastinya. Kehadiran kalian, para putra putri terbaik bangsa di Universitas Padjadjaran merupakan hal yang patut disyukuri. Terutama, kalian yang memilih Fakultas Ilmu Budaya, kepanjangan dari FIB. Apa sih asyiknya kuliah di FIB?

Fakultas Ilmu Budaya Unpad memiliki 9 jurusan, yang 8 diantaranya adalah jurusan Sastra, sedang satu jurusan lagi adalah jurusan Sejarah. Sebelum tahun 2012, FIB Unpad bernama Fakultas Sastra. Meskipun bernama Fakultas Sastra, namun yang dipelajari bukan hanya tentang sastra dan bahasa, namun juga tentang kebudayaan, politik, ekonomi, bahkan geografi Negara bersangkutan sesuai jurusan yang ada di FIB.

Meski demikian, jurusan sastra acapkali masih dipandang jurusan yang medioker, biasa-biasa saja, bahkan tidak berprospek baik. Padahal, kemampuan bahasa asing sebagai satu diantara inti jurusan sastra adalah hal yang mutlak diperlukan dewasa ini. Bahkan Ludwig Wittgenstein, ahli bahasa asal Jerman berkata bahwa, “batas bahasaku adalah duniaku”. Hal tersebut bukanlah hal yang berlebihan, karena dalam kehidupan tentu saja kita memerlukan bahasa. Tidak hanya untuk berkomunikasi, namun juga untuk menguasai berbagai bidang keilmuan. Bahasa juga merupakan penghubung antar bangsa yang ada di dunia. Apapun dasar keilmuan seseorang, kemampuan berbahasa asing bagai ‘bumbu penyedap’ akan menambah nilai diri dan dapat membantu menunjang kemampuan yang lain.

Nah, kemampuan bahasa asing serta ditunjang oleh pengetahuan lain tentu saja dapat menjadi nilai tambah sebagai mahasiswa FIB. Pilihan karier setelah lulus pun begitu beragam. Apa saja prospek karier yang dapat dituju?

  • Pengajar: guru, dosen, sampai pengajar les

Pengajar adalah sumber daya manusia yang akan terus dibutuhkan. Apalagi pengajar bahasa, mengingat pentingnya bahasa seperti penjabaran sebelumnya.

  • Penyunting (editor)

Mahasiswa sastra akan terbiasa untuk berhubungan dengan gramatika dan tata bahasa yang baik. Menjadi editor adalah satu diantara pilihan karier yang bisa kalian pilih.

  • Penulis

Menulis merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi sebagian orang. Apalagi sebagai mahasiswa sastra, kita akan banyak membaca berbagai macam buku. Dengan banyak membaca, tentu saja akan menjadi modal seseorang untuk menulis lebih baik.

  • Wartawan atau pekerja media

Kemampuan menulis, mendengarkan, serta berbicara adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh mahasiswa  sastra. Selain itu, kemapuan komunikasi yang baik juga salah satu modal untuk menjadi wartawan atau pekerja media.

  • Penerjemah

Untuk pilihan karier yang satu ini tentu saja tidak usah diragukan. Kemampuan bahasa asing serta pengetahuan budaya yang dimiliki lulusan sastra adalah hal yang juga dibutuhkan oleh seorang penerjemah.

  • Pegawai Kemenlu

Ini adalah satu diantara karier incaran banyak pihak. Tentu saja, berkarier di Kemenlu bukan hanya monopoli dari sebuah jurusan saja. Lulusan fakultas sastra jelas memiliki kemampuan bahasa, serta banyak hal lain yang menyangkut Negara yang bersangkutan.

  • Pegawai swasta

Sebut saja, misalnya bank. Tidak harus berhubungan dengan bidang ilmu yang dipelajari, bila kalian suka dan mempunyai kemapuan yang perusahaan butuhkan, maka karier tersebut bisa diraih.

  • Wirausaha

Kemampuan berwirausaha dapat dikembangkan oleh siapa saja. Apalagi bisa bahasa asing, siapa tahu bisnis kalian bisa melebarkan sayap ke luar negeri kan?

Pilihan diatas terntu saja tidak membatasi pilihan, karena masih ada banyak karier yang lainnya. Apapun karier yang teman-teman inginkan dapat diperoleh dari baiknya hard skill dan soft skill yang kalian punya. Hard skill yang berupa kemampuan teknis bisa diperoleh dari perkuliahan maupun lembaga pembelajaran lainnnya di luar kampus. Hard skill ini bisa dipertajam asalkan mau tekun mendalaminya. Sedangkan soft skill, tidak dapat diperoleh hanya dari perkuliahan. Soft skill yang berupa pengembangan kepribadian akan didapatkan melalui banyaknya pengalaman bersosialisasi. Di kampus banyak terdapat organisasi maupun komunitas. Hal tersebut dapat menjadi wahana pengembangan soft skill, yang konon, lebih susah didapatkan ketimbang hard skill.

Manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya untuk mengikuti berbagai kegiatan yang ada di kampus maupun di luar kampus, sepanjang kegiatan tersebut berguna bagi masa depan. Masa kuliah adalah masa pengembangan diri sebelum terjun ke dunia profesional. Maka dari itu, cobalah banyak hal, belajar dengan giat, namun jangan lupa untuk bersenang-senang! DR

0

Komentar