Pementasan Teater “Sobrat”

20150526_172022

Sobrat saat menolong seorang perempuan. (Foto : Susi Sopiani)

Pementasan Teater selalu menjadi ajang berkreasi dan berinovasi bagi para pencinta dunia akting dan pertunjukan. Pada hari Selasa, 26 Mei 2015 telah diselenggarakan sebuah pementasan Teater dengan judul “Sobrat” yang diselenggarakan di Aula Pusat Studi Bahasa Jepang (PSBJ) Unpad. Pementasan ini merupakan kolaborasi dari beberapa kelompok teater di Bandung, khusunya kelompok-kelompok teater yang ada di Fakultas Ilmu Budaya Unpad. Kelompok-kelompok teater tersebut adalah Teater Djati, Tjerobong Pabrik, Teater Pamass, Ungu, Teater Merah, dan Mata Mawar. Pementasan kolaborasi teater ini mengambil naskah drama berjudul “Sobrat” yang ditulis oleh Artur S. Nalan, dan disutradarai oleh Roma Hamonangan Pane (Gori).

Mengingat pementasan ini merupakan pementasan kolaborasi, maka pemain-pemainnya pun tidak sedikit. Ada banyak pemain yang merupakan perwakilan dari setiap kelompok teater tersebut. Selain itu pementasan ini menggunakan banyak lokasi dalam pertunjukannya. Aula PSBJ yang terdiri dari dua lantai dipergunakan dengan efektif, yang disertai dengan tata panggung dan properti yang mendukung jalan cerita.

Salah satu penonton bernama Elis dari Fikom Unpad mengungkapkan ketertarikannya pada acara teater yang telah ditontonya itu, ia juga berharap agar selalu diundang untuk menyaksikan acara pementasan teater yang menarik seperti itu. “Keren banget ceritanya, musik pengiringnya, kostumnya. Jadi bikin merinding, lain kali undang lagi anak-anak Fikom buat nonton teater-teater lainnya”, berikut penuturan Elis saat diwawancarai dalam pementasan teater Selasa kemarin.

Selain Elis, kami juga mewawancarai Muhammad Hakim Dutama atau akrab disebut Tama, yang berperan sebagai tokoh utama bernama Sobrat, yang juga merangkap sebagai Pimpinan Projek. Ketika kami bertanya alasan “Sobrat” dijadikan naskah pementasannya, Tama menjawab bahwa naskah Sobrat merupakan naskah yang bisa dimainkan banyak orang dan naskahnya rame. “Rasanya keren banget, kamu pusing ketika masing ruwet sama produksinya, terus LO nya, tapi seru dan akhirnya kita bisa jadi orang keren”. Begitulah penuturan Tama saat kami menanyakan bagaimana perasaannya ketika menjadi tokoh utama sekaligus pimpinan projek dalam acara pementasan teater kemarin.

Pementasan teater selalu membuat kemeriahan dan kebahagiaan tersendiri bagi para pemain, tim produksi, juga para penontonnya. Semoga kreativitas para pencinta teater ini akan terus maju dan berkembang, sehingga melahirkan kembali pementasan-pementasan yang lebih meriah dan tak terlupakan. (SS)

0

Komentar