Pameran Kebudayaan dan Kesenian Kamoro

Pameran foto masyarakat suku Kamoro yang dipamerkan dalam Pameran Kebudayan dan Kesenian Kamoro (oleh Putri Syifa Nurfadilah)

Pameran foto masyarakat suku Kamoro yang dipamerkan dalam Pameran Kebudayan dan Kesenian Kamoro (oleh Putri Syifa Nurfadilah)

Dengan luas wilayah 1.990.250 km dan berbentuk kepulauan, Indonesia menjadi surga kebudayaan di dunia. Berbagai macam suku dengan bahasa dan adat budaya yang berbeda di setiap pulaunyamempunyai ciri khas yang unik masing-masing. Mengingat Indonesia, pikiran kita tidak lepas dari keindahan Indonesia bagian timur. Keindahan alam dan adat budayanya yang sering di puja-puja tidak hanya oleh masyarakat Indonesia, menjadi suatu kebanggaan tersendiri untuk Indonesia.

Mahasiswa program studi Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran, pada tanggal 22 – 23 April 2015 mengadakan rangkaian acara untuk memperkenalkan salah satu suku yang berada di Papua, yakni suku Kamoro. Rangkaian acara ini sendiri terdiri dari seminar, pemutaran film, dan pertunjukan budaya asli suku Kamoro.

Suku Kamoro sendiri merupakan suku yang berada di pesisir pantai Selatan Papua. Dalam wawancara dengan Fahmi Akbar selaku ketua pelaksana, ia mengatakan, “Budaya yang menarik dan asli menjadi salah satu ciri khas yang ingin ditonjolkan dalam acara, karena budaya suku yang hidup di pantai dan di pegunungan memiliki perbedaan.” Acara puncak sendiri menampilkan kebudayaan asli dan langsung dipertunjukkan oleh suku Kamoro itu sendiri yang datang dari Papua.

Dalam acara puncak yang berlangsung tanggal 22 April 2015, ditunjukkan tarian-tarian, pakaian adat, ukir-ukiran dan kebiasaan yang dilakukan suku Kamoro ditempat asalnya. Menurut salah satu penonton, yakni  Iwan Wardimansyah, “Yang paling menarik dari acara ini adalah melihat langsung tarian adat yang biasanya disaksikan lewat televisi, banyak ukiran-ukiran yang menarik juga. Saya menjadi lebih tau tentang salah satu suku dan kebudayaan di Papua melalui acara ini.”

Acara ini menjadi hal yang tidak biasa, mahasiswa diajak untuk lebih tahu salah satu dari sekian banyak suku dan kebudayaan di Indonesia. Dengan adanya acara ini, diharapkan kalangan muda, terutama mahasiswa bisa menjaga kebudayaan yang ada di Indonesia. “Sebagai mahasiswa kita harus berusaha melestarikan budaya Indonesia dengan cara yang kita bisa, jangan hanya uring-uringan ketika budaya kita diambil, tetapi jagalah dengan baik agar tetap ada,” pungkas kang Fahmi Akbar.

Tidak ada habisnya membahas budaya di Indonesia, begitu kaya Indonesia ini, surga dunia katanya. Tinggal bagaimana cara kita untuk lebih mengenal dan melestarikan budaya yang ada agar tetap lestari. (PSN)

0

Komentar