Keliling Dunia di Vacation Land

_DSC2391-2

“Bulaa!! Bulaa!!!” teriakan Jone Manasa Lutua, lelaki bertubuh besar dan berewokan, disambut meriah oleh para penonton. Goyangannya yang eksotis khas Republik Fiji itu memecahkan suasana. Teriakan dan tepuk tangan penonton teracik menjadi kemeriahan luar biasa ketika menyambut penampilan drama musikal siang itu.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) kembali mengadakan Festival Budaya (Fesbud) pada 14 Juni 2014. Acara bertajuk Vacation Land (Variation of Cultures and Art Collaboration) dengan jargon Let’s Travel Across the Cultures, merupakan bagian dari tugas akhir semester mata kuliah “Komunikasi Lintas Budaya bagi mahasiswa Departemen Jurnalistik dan Humas Multikultural” mahasiswa Jurusan Hubungan Masyarakat Fikom Unpad. “Festival Budaya diadakan sebagai disparitas antara teori dan praktek dan acara seperti ini telah kami laksanakan sejak tahun 1984,” ujar Evi Novianti, salah satu dosen pembimbing mereka di tengah keriuhan acara.

Pelaksana kegiatan menampilkan dua belas kebudayaan yang mewakili seluruh benua di dunia. Dua di antaranya adalah kebudayaan Indonesia. Kebudayaan-kebudayaan tersebut ialah India, Korea Selatan, Republik Fiji, Tiongkok, Brazil, Indian, Texas (Cowboy), Prancis, Yunani, Mesir, Sunda, dan Flores (Nusa Tenggara Timur). “Keliling dunia dalam sehari,” celetuk salah satu pengunjung di tengah keramaian.

Selain itu, acara ini ditujukan agar kita dapat bersentuhan langsung dengan budaya itu sendiri dan sebagai pelatihan menghadapi perusahaan multinasional agar para mahasiswa, khususnya mahasiswa Humas, dapat belajar beradaptasi dengan perusahaan yang berbeda budaya. “Bagi perwakilan etnik di luar Indonesia, peserta langsung mendatangi Kedutaan Besar untuk riset,” tambah Evi. Setelah itu, mereka menyajikan keunikan-keunikan dari tiap kebudayaan yang mereka representasikan, sehingga pengunjung dan pelaksana sendiri dapat mengenal sejarah, cerita, makanan, sapaan, dan hal-hal dasar lainnya tentang budaya yang ditampilkan. “Kita dapat mengenal budaya lain selain budaya kita sendiri,” kata Ramdzy Adzim (19), mahasiswa Humas Fikom Unpad yang berkesempatan menampilkan kebudayaan dari Republik Fiji saat itu.

_DSC2315-2

Mereka membuat landmark dan pertunjukan drama musikal dalam merepresentasikan setiap kebudayaan yang mereka tampilkan. “Melalui acara ini, ide-ide kreatif dari mahasiswa akan muncul. Selain itu, mereka juga dilatih untuk tampil di muka umum,” tambah Evi Novianti.

Hasil representasi mahasiswa ini menjadi penilaian para dosen pembimbing. Secara umum, penilaian didasarkan atas apakah yang mereka tampilkan telah mewakili etnik yang mereka wakilkan. Selain itu, kebersihan dan kekompakan saat penampilan, juga menjadi poin penilaian yang diumumkan pada akhir acara. Namun, hasil penilaian yang diumumkan pada akhir acara tersebut hanya “bunga” dari sekuntum kreatifitas mahasiswa. “Siapapun pemenangnya, kalian semua juaranya,” ujar Dandi Supriadi, dosen Departemen Jurnalistik.

Vacation Land ternyata menarik minat salah satu kedutaan besar yang budayanya ditampilkan. Tahun lalu, Festival Budaya Fikom dihadiri perwakilan Kedutaan Besar Meksiko di Indonesia. Sementara tahun ini, giliran kedutaan besar Republik Fiji yang turut meramaikan. Mereka tak sekedar menghadiri, tapi ikut berpartisipasi, seperti Jone Manasa Lutua. “Kami tertarik dengan acara ini karena melihat antusias para mahasiswa yang cukup besar ketika ingin memperkenalkan budaya kami,” kata Jone.

_DSC2534-2

Fikom Unpad akan menjadikan Festival Budaya ini sebagai acara rutin. “Mari kita jadikan Festival Budaya sebagai acara tahunan kita yang dikenal se-Jawa Barat.” kata Dandi saat menutup acara. Kita tunggu saja! (WS)

0

Komentar