Di Balik Aksi K3L Unpad

Processed with VSCO with g3 preset

Aksi kedua para pegawai K3L di selasar Rektorat (NA)


Senin, 6 Juni 2016 – Siang ini ratusan pegawai K3L (Kebersihan, Keindahan dan Kenyamanan Lingkungan) Unpad kembali memadati selasar depan gedung rektorat. Melalui aksi kedua ini, para pegawai K3L Unpad masih menantikan verifikasi resmi perihal Surat Keputusan (SK) Rektor mengenai pengangkatan tim pelaksana K3L. Menurut SK tersebut, akan ada pengangkatan sebanyak 202 orang tim pelaksana K3L. Jumlah tersebut mengalami penurunan ketimbang perekrutan sebelumnya yang berjumlah 400 orang. Lantas bagaimana dengan 198 pegawai K3L yang namanya tidak tercantum dalam SK? Direktur Tata Kelola Komunikasi Publik, Sony Nur Hakim menyatakan bahwa SK yang dikeluarkan sebenarnya merupakan penguatan terhadap poin “social responsibility” yang ditujukan untuk masyarakat Jatinangor. “Apabila masyarakat Jatinangor memberikan kontribusi, maka Unpad juga akan memberikan kontribusi dengan sejumlah rewards,” ujarnya. Data yang ada menunjukkan bahwa masih terdapat pegawai K3L yang berasal dari luar Jatinangor. Hal tersebut dinilai mengganggu poin social responsibility yang kini sedang berusaha dimplemetasikan oleh pihak Unpad. Rekruitmen pegawai K3L seharusnya ditujukan untuk masyarakat yang memang benar-benar berasal dari Jatinangor dan nama-nama yang tercantum dalam SK tersebut adalah para pegawai K3L yang sudah mengonfirmasi ke pihak rektorat bahwa mereka adalah warga asli Jatinangor.

wtwtwtwt-2

Disamping tujuan dari penerbitan SK tersebut, kurangnya sosialisasi SK di kalangan para pegawai K3L telah memicu sebuah reaksi. “Saya dengar berita tentang SK yang tiba-tiba dikeluarkan dan hanya dipasang di mading rektorat lantai 2. Katanya sudah ada yang foto, tapi saya juga belum lihat,” ujar Ibu Wati Lasmawati, seorang pegawai K3L. “Selama 13 tahun saya mengabdi, gaji saya tetap 650 ribu. Semoga saja teman saya tidak ada yang dikeluarkan dan gaji kami naik,” tambahnya. Selama ini gaji pokok yang diterima pegawai K3L belum pernah mengalami kenaikan, untuk itu para pegawai K3L menuntut kenaikan gaji sebagai bentuk rasionalisasi dari masalah tersebut.

Secara keseluruhan, melalui aksi hari ini para pegawai K3L menghendaki adanya kejelasan dari SK Rektor mengenai pengangkatan tim pelaksana K3L dan juga menuntut adanya kenaikan gaji pokok. Walaupun siang ini telah diadakan perundingan tertutup antara tim direksi rektorat dan sejumlah koordinator lapangan sebagai perwakilan dari para pegawai K3L, namun keputusan sah dari SK Rektor tersebut masih dinantikan dan meninggalkan banyak pertanyaan. (NA/FSR/kev. )

0

Komentar