Inspirasi Budaya Padjadjaran

Category Archives

Archive of posts published in the category: Cerpen
Apr
18

PAGI ITU, SEJUK

Hari ini cerah, aku kira akan ada badai nanti sore, tapi sepertinya hanya dugaanku saja.   Namaku Man saat ini, namun saat kecil namaku Son, nama kecil yang keren, bukan? Mungkin saat tua nanti namaku menjadi Old Man, entahlah.   Sekarang hari Jumat,…

Jan
31

MENJEMPUT MALAM

Karya: Riswanto (Sastra Indonesia 2015) Kehadiranmu kali ini disambut dengan suka cita, bahkan manager kafe menyalamimu begitu tahu pelanggan setianya telah kembali. Betapa tidak, mereka mengakrabi rutinitas kunjunganmu menjelang akhir pekan: kamu akan datang tepat pukul 5 petang, berhenti sejenak di ambang pintu…

Nov
17

Ada-ada Saja

Memang ada saja yang menarik selain perempuan-perempuan muda yang bersolek pada upacara penerimaan murid baru. Pagi itu, sebelum nasi sempat ditanak oleh ibu-ibu rumah tangga, seorang pemuda berlari memecah udara. Pemuda itu nampak seperti bayang-bayang. Di belakangnya beberapa orang tanpa bayangan berlari mengejarnya.…

May
18

PERAMPAS REMBULAN

Oleh Dzikri Maulana (Sastra Indonesia 2015) “Di sisi jendela kamar, aku diam-diam berkelahi bersama perasaan, bersama hempasan angin malam,hingga akhirnya pergi mencari jawaban tentang rembulan dan cinta” Dengan sekotak kado berwarna jingga serta disisipi sebuah surat kecoklatan, kukirim kepadamu sebuah rembulan, dengan cahaya…

Dec
10

Kepada Aksara, tentang Kata yang Belum Tereja Olehnya

Dini hari rupanya masih mau berkompromi denganku. Angin pun berhembus ke seluruh penjuru kamar tanpa menyisakan ruang sedikitpun. Semua dipenuhi olehnya. Menyesakkan atau menyegarkan, itu bergantung pada penghirupnya bukan? Dan aku lebih memilih menjadikannya sebagai hal yang menyegarkan.   Hai. Aku sengaja menulis ini. Khusus untukmu.…

Dec
4

Vide et Crede Vicious

Oleh: Robi Afrizan Saputra (Sastra Indonesia 2014) Gara-gara uang 500 rupiah nenek bungkuk itu berjalan kira-kira sejauh 5 km. Tongkat kayu lapuknya hampir patah. Tangkainya digerogoti rayap-rayap setan. Belum lagi sejumlah ijuk di punggung yang membuatnya bertambah bungkuk. Tampaklah ia berjalan seperti siput…

Nov
26

Menunggu Hujan

Bus berhenti. Rintik hujan membuat seorang lelaki menaiki bus itu dengan sedikit berlari. Ia tidak membawa tas atau semacamnya. Ia hanya membawa sebuah buku. Buku yang terlihat kumal dan kini tampak basah di satu sisi, akibat melindungi kepala lelaki itu sedari tadi. Sore…

Mar
18

Gadis Buku di Halte Bus oleh: Susi Sopiani

Sebuah tempat yang selalu ramai dengan orang-orang yang menunggu keberangkatan mereka. Terik matahari dan keramaian orang banyak semakin membuat banyak kegelisahan di wajah semua orang yang sedang menunggu. Suara kendaraan dan suara orang yang berbicara atau berteriak membuatku semakin gelisah. Sesekali kutengok ke…

May
16

Perempuan dalam Foto Itu Tersenyum

Setelah lama memandang sebuah foto di tangannya, lelaki itu sadar hari sudah memudar. Maka dia beranjak turun dari kamar, bergegas menuju warung yang ada di bawahnya. Langkahnya sedikit goyah dan wajahnya kusut karena seharian dia duduk mengurung diri, tidak makan, minum, apalagi mandi.…