8 Hal yang Nggak Perlu Ditanyakan ke Orang yang Baru Dikenal

Husni Rachma
177 views

Ada beberapa pertanyaan yang menurut saya (dan mungkin sebagian orang lainnya) agak meresahkan untuk didengar. Pertanyaan-pertanyaan soal usia, agama, pekerjaan, tinggi badan, berat badan, gaji, kapan lulus, kapan nikah, sampai kapan punya momongan mungkin terasa biasa saja dalam budaya masyarakat Indonesia.

Padahal, seharusnya hal ini diketahui, tidak semua orang bisa merespons pertanyaan-pertanyaan di atas dengan suasana baik-baik saja. Tidak menutup kemungkinan pertanyaan-pertanyaan sensitif ini bisa memiliki jawaban yang ternyata cukup menimbulkan trauma bagi seseorang. Apalagi jika pertanyaan-pertanyaan yang bersifat privat ini ditanyakan ke orang yang baru kita kenal. Berikut saya jelaskan alasannya.

#1 Pekerjaan

Ketika bertanya soal pekerjaan, mungkin saja seseorang yang menjadi target untuk kita tanya ternyata telah diperlakukan tidak baik di pekerjaannya, sampai akhirnya ia keluar atau dikeluarkan dan itu membuat dirinya memiliki trauma yang serius? Kasus seperti ini tentulah banyak terjadi dan kita, apalagi orang asing, nggak perlu menanyakan soal ini ke orang-orang yang baru kita kenal,

#2 Usia

Jika kita mengiblat pada dunia barat, usia adalah hal yang cukup privat untuk ditanyakan kepada orang yang baru kita kenal. Namun, hal itu harusnya tidak hanya berlaku di dunia barat saja. Semua orang mesti menyadari hal ini. Kita tahu, hal apa pun yang berkaitan dengan angka kerap kali memiliki standar ideal tertentu. Dan, memiliki angka yang tidak sesuai dengan standar umum akan membuat seseorang tersinggung.

#3 Berat Badan

Berat badan pun menjadi hal terlalu berlebihan untuk dijadikan topik pembicaraan. Orang mungkin bertanya mengenai berat badan karena terlihat ada yang berbeda dari segi bentuk tubuh seseorang. Untuk apa bertanya soal itu? Ingin seolah memberi perhatian? Bentuk tubuh seseorang mungkin juga menjadi perbedaan yang sulit diterima. Padahal, mungkin, di balik perbedaan bentuk tubuhnya, ada sesuatu yang terjadi yang tak bisa diungkapkan. Tapi apa kamu berhak untuk tahu alasan pribadinya?

#4 Gaji

Ketahuilah, membandingkan diri seseorang dengan orang lain hakikatnya bukanlah hal baik. Mencari tahu kedudukan seseorang dengan menanyakan berapa gajinya menjadi hal yang kerap kali digunakan sebagai perbandingan kehidupan. Berada di atas atau berada di bawah tidaklah bisa hanya ditentukan oleh pendapatan per bulan seseorang. Ketahui pula bahwa mengembangkan diri sendiri tanpa ikut campur urusan orang lain adalah hal yang lebih terpuji.

#5 Kapan Lulus?

Tidak semua orang akan menceritakan sebesar apa struggle-nya untuk dapat bertahan sampai detik ini. Termasuk memperjuangkan skripsinya untuk lulus. Lantas, mempertanyakan kapan seseorang akan lulus dari kuliahnya pun tidak bisa begitu saja dijadikan topik pembicaraan. Seberapa berperan, sih, kamu dalam hidup seseorang itu sampai kamu seolah harus mempertanyakan kapan kesuksesan skripsinya?

#6 Kapan Nikah?

Ikut campur urusan pribadi seseorang itu sangat meresahkan, Gengs. Biar saja tiap orang mengurusi urusan asmaranya sendiri. Tidak perlu repot-repot memberi pertanyaan kapan seseorang akan menikah. Walau mungkin kamu menanyakan kapan pernikahan seseorang karena ia terlihat sudah berumur, tetapi tak kunjung naik pelaminan. Tapi sungguh, itu bukan urusanmu.

#7 Kapan, nih, Punya Anak?

Tidak berhenti sampai pertanyaan “kapan nikah”, topik kapan punya momongan pun sering orang perbincangkan. Sesungguhnya, perihal momongan adalah di luar kapasitasmu untuk mengurusinya. Hal ini tentu akan sangat mengusik wanita yang sudah menikah, tetapi tak kunjung mengandung. Tentu ada alasan yang dimiliki mengapa seseorang tak jua memiliki keturunan. Bahkan tak menutup kemungkinan alasannya memang mereka tidak ingin memiliki seorang anak. Apa itu salah? Bukankah itu terlalu pribadi untuk diusik?

#8 Agamamu Apa?

Hal terakhir yang masih sangat banyak diperbincangkan adalah pertanyaan mengenai agama seseorang. Belakangan ini, saya melihat ada seseorang yang menulis komentar menanyakan apa agama seseorang yang memposting sebuah video di media sosial, lalu si pemilik akun yang memposting video tersebut membalas, “Coba tanya sama gurumu, sopan ga nanya begitu?”

Mungkin ini mudah dipahami, bahwa artinya si pemilik akun merasa tidak nyaman dengan pertanyaan yang menanyakan apa agamanya. Namun, pertanyaan yang menanyakan soal agama ini ternyata masih banyak yang memperdebatkan juga. Ketika saya melihat cuitan di akun media sosial seorang selebgram yang membahas ketidaksopanan menanyakan agama, saya membaca respons netizen yang membaca cuitan tersebut dengan cara membaca komentar-komentarnya. Kolom komentarnya ramai sekali saat saya baca, kiranya begini:

Apakah salah menanyakan agama seseorang? Masa kita tanya agama orang lain disebut gak sopan? Kalau tidak bertanya, tahu dari mana?”
“Kita perlu tahu agama seseorang dengan menanyakannya, agar kita bisa menyesuaikan dan bisa saling mengerti”
“Kita menanyakan agama agar seseorang tidak tersinggung karena perkataan dan perbuatan kita”

Menanyakan agama seseorang tidak salah jika memang jawabannya akan digunakan untuk kepentingan, seperti data diri, misalnya. Tentulah menanyakan agama tidak akan menjadi masalah jika diajukan oleh pihak yang bertugas mengurusi data diri kita. Kalau orang biasa yang bertanya, apalagi orang yang baru dikenali, sebenarnya untuk apa sih menanyakan agama? Agar bisa menyesuaikan dan bisa saling mengerti? Bisa saling menghargai? Agar seseorang tidak tersinggung dengan perkataan dan perbuatan kita?

Lantas, apakah kita tidak bisa bersikap sewajarnya kepada manusia dan tidak menyinggung perasaannya tanpa tahu agamanya apa? Tidakkah cukup mengetahuinya sebagai manusia saja jika kamu ingin bersikap baik kepadanya? Dan lantas, apakah semua orang di dunia wajib memiliki agama?

Beberapa orang terkadang hanya asal bicara tanpa memperdulikan perasaan lawan bicaranya. Dengan dalih ingin basa-basi untuk menghangatkan suasana, bukan berarti kamu bisa menanyakan hal apa saja.

Editor: Raihan Rizkuloh Gantiar Putra

guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments

Artikel Lainnya