Ospek Daring adalah Kabar Baik bagi Maba dan Kabar Buruk bagi Kakak Tingkat yang Suka Marah-Marah

Jangankan marah-marah, buat modusin aja susah deh kayaknya…

Baru-baru ini, saya mendengar berita bahwa UGM dan ITS akan memberlakukan ospek daring untuk mahasiswa baru tahun 2020 sebagai antisipasi dari situasi Covid-19 yang tak kunjung mereda. Tentunya, kebijakan ini bakalan diambil oleh seluruh instansi pendidikan, kalau-kalau situasinya makin parah, haduh…

Selain untuk pengenalan kampus, ospek juga sering disalahgunakan oleh kakak tingkat sebagai ajang untuk marah-marah. Konon, hal tersebut dilakukan sebagai ajang balas dendam seperti apa yang telah sebelumnya mereka rasakan, walaupun sebenarnya hal itu nggak bisa  dibenarkan~

Nah, dengan hadirnya ospek daring ini, penyalahgunaan itu akan lebih mudah diminimalisir. Tradisi-tradisi militer yang dulu sempet ada, kemungkinan bakalan nggak ada di ospek daring ini—coba bayangin aja kalau tetep ada, masa iya mau push up daring, bukannya merasa puas karena dendam sudah terbalas, malah bakalan kena semprotan netizen yang ganas-ganas.

Modus ke adik tingkat yang baru lulus SMA juga menjadi kesempatan yang sering dilakukan kakak tingkat pada masa ospek. Tak sedikit kisah cinta yang bersemi di acara perkenalan kampus ini, tapi agaknya lembaran cerita baru ini tidak bisa berlanjut di ospek daring.

Walaupun sudah banyak aplikasi kencan daring—yang membuktikan bahwa ada harapan untuk melakukan modus “jarak jauh”—tetap saja PDKT secara fisik lebih berkesan. Belum lagi kalau foto-foto di sosial media yang bisa saja diedit terlebih dahulu dan berbeda ketika nanti bertemu di perkuliahan.

Tentu, kemungkinan tidak adanya marah-marah maupun modus adalah kabar baik yang jadi penenang bagi maba yang menganggap ospek adalah suatu hal yang menyeramkan. Namun, tak berhenti sampai di situ, ospek daring memberi kabar baik lainnya.

Ialah maba yang nggak perlu panas-panasan nggak jelas di tengah lapangan sambil bawa atribut hanya untuk naikin pamor kampus dan panitia ospek dengan mozaik-mozaik peta Indonesia atau yang lainnya. Walaupun hal tersebut adalah ajang untuk pamer dan sombong-sombongan di grup alumni kelak, tapi saya kira kalau acara itu nggak ada juga nggak bakalan mengurangi pemahaman maba tentang kampus yang akan menjadi tempat belajar mereka itu.

Pemahaman tentang kampus dalam ospek daring bisa diganti dengan metode share screen power point, atau pake google street view biar terasa lebih paham dan nyata tentang seluk beluk lokasi-lokasi strategi di kampus. Untuk mozaik sendiri, tenang, bisa diganti dengan merias roti tawar menggunakan messes. Kreasinya juga bisa ditentukan dari mulai logo universitas sampai pesan-pesan terselubung dari tema besar ospek tersebut, hehehe~

Kalau soal atribut sih lebih enak lagi. Kita bisa bebas pake celana pendek atau boxer, juga nggak perlu ribet-ribet ganti sepatu sendal waktu jam salat. Paling hanya untuk bagian atas tubuh aja yang kemungkinan bakal diatur oleh panitia ospek, juga latar gambar video call yang aneh-aneh. Nah, semua itu bisa dilakukan maba di rumah aja, dengan adem ayem tanpa takut kulit terbakar matahari.

Tunggu, jangan seneng dulu, layaknya pemahaman dosen tentang belajar daring yang ujung-ujungnya ngasih tugas banyak gak karuan, sepertinya ospek daring pun akan seperti itu. Tugas yang diberikan biasanya bakal diunggah ke akun sosial mediamu dan akan merusak feed-feed yang sudah kamu buat selama bertahun-tahun kamu hidup, hadeuuh~

Di samping itu, ada satu kendala yang tentunya dirasakan semua orang Indonesia di kala pandemi ini, yaitu ketidakstabilan koneksi internet. Terlebih, koneksi ini hanya ada di kota-kota besar, sedangkan mahasiswa kan asalnya nggak cuman dari kota-kota besar aja. Mungkin faktor-faktor tersebut bisa diperhatikan oleh panitia ospek sebagai bahan pertimbangan penilaian, seperti kesabaran dalam mengakses internet dan lain sebagainya. Kita gak mau denger juga kan tentang berita mahasiswa meregang nyawa hanya karena mencari sinyal untuk ospek daring?

Walaupun ospek daring ini membawa kabar baik dan kabar buruk—sebab masih banyak mahasiswa yang tidak bisa mengakses internet dengan lancar—setidaknya ospek daring ini akan memutus mata rantai ospek-ospek pembodohan sebelumnya, soalnya maba tahun 2020 nggak punya dalih lagi untuk balas dendam di ospek yang akan datang, hehe kita tunggu saja. (Bin/Zai)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *