IRONI

oleh: A. Juliana

Merayapi waktu yang tak kunjung berakhir

Celoteh mereka bak sabda ajaib para penyair

Menidurkan kami dengan elok penuh sihir

Hingga tiba saatnya roda kekuasaan bergulir

Diawali dengan ramainya kilasan semangat palsu

Kami dibuat menunggu hingga kedatangan ragu

Pun tak sampai sedetik kami diseret arus angin tak menentu

Tersayat, saraf-saraf hati kami kembali menggerutu

Kau pikir mereka dapat dipercaya?

Tengok saja bayang-bayang liar di seling tatap mereka

Dengan piawainya memainkan sebuah sandiwara

Lagi-lagi kami ini tak lain halnya sebuah boneka

Ah andai saja aku seorang yang berani

Mungkin hal ini tak lagi ‘kan terjadi

Begini rupanya saat ku bercermin diri

Sebenarnya apa yang jadikanku tanpa arti?

Sudahlah, aku hanya hendak kembali merenung

Mengapa langit malam ini begitu murung

Sedang makhluk-makhluk rupawan itu amat ulung

Dalam mengais segala hal berbau untung

Lalu, mengapa hanya tertawa jika merasa kecewa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *