Salah satu penampilan budaya pada acara Fesbukan 6, Minggu (8/10) di FIB Unpad. Foto oleh: Suci Purnama C.

Jatinangor, Fakultas Ilmu Budaya Unpad terlihat berbeda dari biasanya pada Minggu (8/10) kemarin. Sejak pagi, gerbang utama fakultas berbudaya itu sudah ramai oleh para pengunjung baik dari Unpad sendiri maupun masyarakat luar. Ya, Festival Budaya dan Pendidikan terbesar Satra Jepang Unpad atau Fesbukan kembali digelar tahun ini untuk yang ke 6 kalinya. Tak berbeda jauh dari tahun lalu, Fesbukan tahun ini menghadirkan berbagai penampilan mulai dari band, coverdance, cosplayer, serta Obake atau rumah hantu yang selalu ditunggu-tunggu oleh para pecinta horor. Dari pintu masuk Fesbukan, dapat terlihat stand-stand berisi berbagai macam makanan serta pernak-pernik khas negeri matahari terbit yang tentunya sangat menggoda mata dan perut.

 

Acara festival tersebut dibuka dengan penampilan paduan suara milik HIMADE (Himpunan Mahasiswa Jepang Unpad), dilanjutkan dengan penampilan band-band yang telah lolos pada audisi seminggu sebelumnya. Menjelang siang, para cosplayer mulai berkeliling dengan kostum kebanggaan mereka. Salah satunya adalah Yoha. Ia memakai kostum salah satu karakter dari anime One Piece bernama Luffy. Yoha mengaku sudah mulai meng-cosplay berbagai karakter dan menjadikannya hobi sejak tahun 2014. Ia sudah rutin mendatangi Fesbukan sejak 3 tahun terakhir bersama rekan-rekan satu komunitasnya.

 

“Fesbukan tahun ini terlihat rapi dan sama kerennya dengan Fesbukan tahun lalu”, ungkap pemuda asal Dago, Bandung tersebut. Ia pun dengan yakin mengatakan akan kembali hadir pada Fesbukan tahun depan. “Pasti (datang)” tambahnya.

 

Fesbukan tahun ini pun menghadirkan bintang tamu spesial yaitu Yuka Tamada. Penyanyi berdarah Jepang itu menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjung Fesbukan 6.

 

Meskipun secara keselurahan Fesbukan 6 tidak berbeda jauh dengan Fesbukan tahun lalu, Fesbukan 6 dengan khusus mengangkat tema “Restorasi Meiji”. Restorasi Meiji yang merupakan salah satu tonggak kemajuan dan modernisasi Jepang yang dianggap relevan dengan keadaan muda-mudi Indonesia saat ini. Menteri Keuangan, Sri Mulyani, diketahui sedang gencar meningkatkan beasiswa LPDP untuk pendidikan bangsa yang lebih baik. Di tahun 2017 ini sendiri ia tidak segan menyiapkan uang sebanyak Rp22,5 Triliun untuk pendidikan Strata-2 (S2) dan Strata-3 (S3) baik di dalam maupun luar negeri (sumber: CNN Indonesia). Sama halnya ketika Restorasi Meiji terjadi, pemerintah Jepang saat itu mengirimkan pemuda-pemudinya untuk belajar di luar negeri. Namun tidak hanya itu, adapun tujuan dengan diadakaannya festival budaya ini salah satunya adalah sebagai ajang peningkatan minat baca masyarakat Indonesia.

 

“Diharapkan minat baca masyarakat Indonesia semakin meningkat, karna jika melihat salah satu alasan mengapa Jepang menjadi negara yang maju, ya, karena minat baca masyarakatnya yang tinggi,” ungkap Dicky yang merupakan ketua pelaksana Fesbukan 6 ini.

 

Festival Budaya dan Pendidikan yang diadakan setiap tahun ini tentu menjadi acara yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya oleh para pecinta anime, manga, maupun budaya Jepang lainnya. Mulai dari anak-anak hingga dewasa, pemuda maupun pemudi, berkumpul dalam festival kebanggaan Sastra Jepang Unpad ini.

 

“Setiap tahun kami memang selalu datang ke acara Fesbukan” ungkap Salsa, Siswa SMP di Jatinangor yang merupakan salah satu pengunjung Fesbukan 6. Salsa tidak datang sendiri, ia ditemani teman-teman satu sekolahnya yang sama-sama menyukai anime, “mau cosplaying juga,” tambahnya. “Tahun depan juga kami ingin datang lagi, semoga Obake tahun depan lebih seram dari Obake tahun ini,” tambah Emeraldo, teman Salsa, yang disambut gelak tawa teman-teman lainnya. (FDA/SPC)