Tiba-Tiba

Tiba-Tiba

hehehe
Ilustrasi: Natalie Amadea

Hujan turun tiba-tiba
Di antara cerah langit kita
Dengan semua irama gerimis-deras
Dan aroma tanah basah
Mensamarkan tangis yang keras
Dan kesia-siaan resah

Bila hujan tiba-tiba
Di sela peluk dan canda
Dengan genggaman yang membuai
Dan parfummu tetap mengikatku
Maka angkatlah semua rasai
Dan indahmu tetap menjagaku

Ketika turun tiba-tiba
Hujan beserta sepoi iba
Semua sendu kita ingin ditepis
Oleh langit yang akan segera berbeda
Lihatkah ayunan daun kala ditahbis?
Mata kita basah meski hujan tlah reda

Senja di utara, 4 Juli ’16

Ryo Gerhana, Sastra Jepang 2011

*sajak ini juga dimuat di blog pribadi penulis, gerhanaputra.blogspot.co.id

penabudaya

Related Posts

Untuk Tuhan yang Menemui Seseorang Hari Ini

Untuk Tuhan yang Menemui Seseorang Hari Ini

Senayan, September, dan Sekilas Tentangmu

Senayan, September, dan Sekilas Tentangmu

Manusia Tahu

Bapak Pulang

Bapak Pulang

No Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *