TAHUN BARU, FIB BARU

Tidak terasa, saat ini sudah menginjak tahun 2016 Masehi. Ditandai dengan meriahnya perayaan tahun baru beberapa waktu lalu disetiap tempat baik itu di dalam mauapun luar negeri. Dengan bergantinya tahun 2015 kepada tahun 2016, diharapkan dapat mengintropeksi atas apa yang telah terjadi dan dilakukan di tahun sebelumnya, dan membuat sebah resolusi di tahun baru ini.

Khusunya yang sedang terjadi di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Sebelum pergantian tahun, telah terpilih beberapa ketua Himpunan Mahsiswa yang baru melalui pemilihan yang baik itu secara langsung, maupun melalui kesepakatan. Kemudian dilanjutkan dengan terpilihnya Ketua BEM GAMA yang baru yaitu , Salehudin dari Program Studi Sastra Sunda melalui pemilihan langsung. Hingga di pengujung tahun dengan terpilihnya Dekan Fakultas Ilmu Budaya , Yuyu Yohana .

dapat dikatakan peristiwa tersebut merupakan hadiah tahun baru bagi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Karena rentan waktu yang cukup dekat dengan tahun baru. beberapa kebijakan pemerintah pun juga berlangsung saat itu, seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Perlunya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran sebagai wadah bagi para mahasiswa yang mempelajari berbagai budaya baik lokal maupun interlokal, agar dapat mengantisipasi pengaruh negatif yang timbul dari MEA tersebut.

MEA yang juga menjadi sarana penyebaran budaya-budaya negara yang tergabung dari anggota ASEAN, memperkuat pengaruh MEA tehadap budaya-budaya yang sedang berkembang di Indonesia.

Jika melihat ke belakang hingga saat ini, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran mengalami peningkatan jumlah mahasiswa di tahun 2015. Terlebih diwacanakan, Fakultas Ilmu Budaya akan membuka Program Studi baru, yaitu Sastra Mandarin. Namun masih ada beberapa masalah yang dirasa dapat mengahambat perkembangan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, baik itu dari segi keterbatasan fasilitas, maupun dari sumber daya manusia, seperti pengajar maupun staf-staf pendukung lainnya.

Dengan terpilihnya beberapa jabatan yang berpengaruh terhadap berlangsungnya kebijakan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, tentunya diharapkan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran mampu bersaing dengan Fakultas lainnya di Universitas Padjadjaran dan dapat bersaing dengan Fakultas Ilmu Budaya lainya di Universitas lain, baik itu di wilayah dalam negeri maupun luar negeri.

Diharapkan juga, mulai tahun ini dibawah kepemimpinan yang baru, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran dapat menjadi Fakultas Ilmu Budaya yang baru dari berbagai segi, baik itu kualitas maupun kuantitas. (Muhammad Dzauhar Azani, Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *