Euforia Arab Fest 2015

suasana bedah film cinta subuh 3 (dok. Tiara Rizkita)
Suasana bedah film “Cinta subuh 3” (Foto: Tiara Rizkita)

Setiap dua tahun sekali, jurusan Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjajaran, menyelenggarakan sebuah perhelatan akbar yang sangat meriah, yaitu Arab Festival atau biasa disebut Arab Fest. Arab Fest sendiri adalah acara yang khusus memperkenalkan kebudayaan Arab kepada khalayak umum. Di dalam acara tersebut juga ada beberapa kebudayaan Indonesia yang ditampilkan, misalnya tari saman.

Kegiatan kali ini mengangkat tema: “Ekspresi Cita, Cipta, dan Cinta Negeri Sahara Khatulistiwam” dengan beberapa rangkaian acara, yaitu meliputi reuni akbar (dari angkatan pertama), seminar internasional, bedah film, seminar hijab, dan lomba-lomba seperti lomba nasyid, marawis, tari saman, kaligrafi, debat bahasa Arab, pidato bahasa Arab,  dan lain-lain. Lomba-lomba tersebut diikuti oleh 273 peserta dari 51 SMA se-Jawa Barat. Melalui acara ini, Himpunan Mahasiswa Sastra Arab Unpad berusaha memperkenalkan kepada seluruh Sivitas Akademik Unpad, masyarakat sekitar Jatinangor, dan siswa SMA/sederajat Jawa Barat mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan budaya Timur Tengah, terutama dalam hubungan kerja sama politik dan pendidikan negara-negara Timur Tengah dengan Indonesia.

Di tahun 2015 ini, Arab Fest dimulai dari tanggal 14 November yang dibuka dengan reuni akbar, tanggal 16 November Seminar Internasional oleh Kedubes Mesir, tanggal 17 November Pawai Karnaval Arab Fest dan Opening Ceremony, tanggal 18 November Inspiratalk bersama Hamas Syahid, tanggal 19 November Talkshow Hijab Inspiratif bersama Fitri Aulia, serta yang terakhir tanggal 20 November Closing Ceremony bersama Anandito Dwis.

Untuk tanggal 17 November kemarin, ada hal yang menarik dan inspiratif yang disuguhkan di acara Arab Fest, yaitu Bedah Film “Cinta Subuh 3” bersama Ust. Yusuf Mansur dan beberapa pemainnya. Sayangnya, Ust. Yusuf Mansur tidak hadir dalam acara tersebut. Namun, hal itu tidak membuat antusias penonton menurun. Walaupun tanpa kehadiran Ust. Yusuf Mansur, para penonton tetap antusias dan tertarik mengikuti acara bedah film tersebut.

Adapun tujuan dipilihnya film “Cinta Subuh 3” menurut ketua pelaksana, Dinul Haqi adalah untuk mengajak masyarakat terutama mahasiswa agar bisa mengelola waktu dengan baik karena di dalam film ini pun diajarkan bagaimana mengatur dan mengelola waktu. Di samping itu, film ini juga merupakan film dakwah. Jadi, dengan dipilihnya film ini, panitia tidak hanya membedah film tetapi juga berdakwah.

Acara Arab Fest bukan sembarang acara. Terbukti dengan jumlah peserta yang membludak dalam acara ini. Oleh sebab itu, sebagai ketua pelaksana, Dinul Haqi berharap agar acara ini bisa menjadikan prodi Sastra Arab dikenal masyarakat, terutama siswa-siswa SMA. Selain itu, dengan acara ini ia ingin membuktikan eksistensi Sastra Arab dan ingin memperbaiki hubungan antarjurusan.

Dengan adanya Arab Fest ini, semoga jurusan Sastra Arab bisa berkembang jauh lebih baik. Majulah Sastra Arab, buktikan eksistensi kalian dengan acara ini! (Tiara Rizkita/Susi Sumarni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *