Lebih Dekat dengan Alam bersama IES 2015

Para peserta IES 2015 sedang mengikuti perlombaan guna melatih kekompakan. (Foto: Ulfa Luthfia)
Para peserta IES 2015 sedang mengikuti perlombaan guna melatih kekompakan. (Foto: Ulfa Luthfia)

Jatinangor – Indonesian Environment Summit (IES) 2015 adalah sebuah event berskala nasional yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia. Bertempat di Universitas Padjadjaran, acara ini berfokus pada masalah dan solusi seputar lingkungan. Acara yang digagas Kementrian Lingkungan BEM Kema Unpad Kabinet Inspirasi 2015 ini diikuti oleh 150 peserta yang berasal dari berbagai universitas di Indonesia.

Sabtu, (7/10) diselenggarakan salah satu rangkaian acara IES yang bertajuk Arboretum Festival. Acara ini dibuka dengan aksi lingkungan yang dilakukan oleh seluruh peserta IES. Para peserta diajak mengunjungi Desa Cinenggang, Jatinangor, untuk melakukan aksi dan sosialisasi kepada penduduk setempat tentang bahaya sampah dan pemanfaatan sampah untuk mengurangi penggunaan plastik. Aksi ini dilakukan sesuai dengan tagline IES, yaitu Glory, Green Lifestyle Orientation for Indonesia.

Selain aksi sosialisasi, para peserta juga diajak untuk bermain gamesuntuk melatih kekompakan serta mempererat hubungan antarpeserta. Ada tiga games yang harus diikuti peserta. Dari ketiga games tersebut, peserta dituntut untuk melatih koordinasi dan kekompakan, memecahkan masalah dengan strategi yang tepat, serta beradaptasi dengan lingkungan baru.

Dwi Agustian, salah satu peserta IES yang merupakan mahasiswi Institut Teknologi Surabaya mengaku senang bisa mengikuti rangkaian acara IES ini. Mahasiswi Teknik Lingkungan ini merasa banyak manfaat yang ia dapat dari acara ini. Selain mendapat teman baru, ia juga merasa mendapat banyak ilmu-ilmu mengenai lingkungan.

“Aku tertarik karena acara ini basic­-nya tentang lingkungan. Di sini bisa ketemu teman-teman baru dari berbagai daerah di Indonesia dan juga dapat ilmu-ilmu baru mengenai lingkungan. Dengan ikut IES ini, manfaatnya kalau untuk aku sendiri, aku jadi lebih tahu dan lebih mengenal tentang lingkungan. Lingkungan itu emang luas banget, dan untuk melakukan hal kecil demi menjaga lingkungan itu sangat penting,” ujar Dwi Agustian yang ditemui di sela-sela acara IES 2015.

Dalam acara ini, terdapat aksi bernama Massive Green Action yaitu aksi membuat miniatur peta Indonesia dengan menggunakan botol plastik. Secara simbolis para peserta menandatangani miniatur peta ini sesuai daerah asal mereka. Botol-botol plastik yang dikumpulkan dari lingkungan sekitar Universitas Padjadjaran ini kemudian akan dijual dan hasilnya akan disumbangkan kepada para korban asap di Riau.

Ketua pelaksana IES 2015, Ahmad Zaki menyatakan bahwa tujuan utama diadakannya IES ini adalah agar para peserta bisa saling bersosialisasi dan sama-sama peduli akan kelestarian lingkungan.

“Kami ingin memberikan awarness yang tinggi kepada para peserta untuk selalu menjaga dan mencintai lingkungan. Kami juga berharap para peserta bisa membentuk network dan saling bersosialisasi dan bisa membentuk komunitas di kemudian hari,” tutur ketua pelaksana IES 2015, Ahmad Zaki yang ditemui di Arboretum, tempat berlangsungnya acara.

Arboretum Festival yang merupakan rangkaian acara Indonesian Environmental Summit 2015 ini ditutup dengan pembacaan deklarasi dan ikrar tentang tekad menjaga lingkungan yang telah disepakati dalam rangkaian acara IES sebelumnya, yaitu Indonesia Green Forum. Diharapkan para peserta bukan hanya sebatas mengikrarkan, tetapi turut mengamalkan dan menularkan rasa peduli terhadap lingkungan agar kelestarian lingkungan bisa terus terjaga. (Ulfa Luthfia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *