Pena Bedah Buku : Menjelma Pemuda Berkarya

Ketiga pembica dan moderator sedang berdiskusi. (Foto : Susi Sumarni)
Ketiga pembica dan moderator sedang berdiskusi. (Foto : Susi Sumarni)

Rabu pagi tepat pukul 10.00 WIB, 14 Oktober 2015 di Bale Pabukon, Universitas Padjadjaran, Jatinangor diadakan acara Pena Bedah Buku. Acara diawali dengan tilawah dari Aftori, Sastra Arab 2013. Setelah itu, ada penampilan monolog yang terinspirasi dari puisi WS Rendra yang dimainkan oleh M. Hakim Dutama, Sastra Indonesia 2014.

Acara Pena Bedah Buku diisi oleh Rio Alfajri (Penulis Buku @Allah #MasihkahEngkauDiDalam), Sangaji Munhian (Pegiat FLP), dan Tatang Khoerudin (Koor BKMR Unpad). Rio menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki karakter dan impian yang sama. Hanya cara meraih impiannya saja dikemas dalam bentuk yang berbeda. Ada yang masih galau menentukan tujuan atau malah sudah ada yang memiliki pegangan. Hakikatnya, setiap perjuangan membutuhkan pegangan. Tak lain ialah Allah, Tuhan Maha Mengatur Segala Mimpi.

Acara ini memang sengaja mengupas buku motivasi @Allah karya Rio Alfajri. Selain menjelaskan tentang isi buku, Rio juga menyampaikan latar belakang, kendala, hingga terbitnya buku ini. Selain itu, buku ini ingin memberikan gambaran pada pembaca agar lebih mampu dalam mengungkapkan cinta. Tidak hanya cinta terhadap lawan jenis saja, melainkan kepada Sang Pencipta yaitu Allah Azza wa Jalla.

Eits, tidak hanya membahas buku saja, lho! Kiat dan motivasi kepenulisan pun disampaikan oleh para pembicara. Aji, seorang pegiat Forum Lingkar Pena (FLP) bertutur, “menulis itu semacam mekanisme instrumen diri kita, menulis itu penting sekali. Karena tulisan kita akan dibaca di masa depan. Dengan menulis, kita memiliki cara efektif dalam menyebarkan pikiran kita. Dan selayaknya, kita menjadi bebas dan merdeka.”

Tatang (Koor BKMR Unpad) mengutarakan , “kunci Pemuda sukses ialah senantiasa kritis, berpikir, lalu bergerak. Siapapun yang kritis, maka dia akan berpikir. Siapapun yang berpikir, maka dia akan bergerak. Maka, bergerak yang baik ada pada menulis.”

Tujuan Rio dalam pembuatan buku ini, salah satunya ialah ingin menimbulkan kesadaran bagi remaja sekarang agar mengerti bagaimana seharusnya hidup ini dihadapi. Tak luput dari itu, seorang anak yang tumbuh dengan baik pastilah ada sosok orang tua disampingnya. Terutama ialah Ibu, perempuan paling mulia dengan kebaikan doa-doa.            Sebagai penutup acara, Rio berpesan untuk para pemuda bahwa pemuda itu identik dengan karya, tidak harus menulis kok. Kembali lagi pada titik awal, temukan passionmu dan bergeraklah di dalamnya. Satu lagi, bahwa sebelum kesuksesan itu tiba, perlulah kita menatap managemen diri. Dan managemen diri akan sukses dengan baik, apabila managemen fokus kita pun sukses. (Tiara Rizkita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *