Persatuan Mahasiswa Minangkabau dalam Lomba Debat UPBM

Anggota tim UKM ITB sedang memaparkan argumentasi dalam babak semi final melawan UPBM Unpad A. (Foto : Fauziah)
Anggota tim UKM ITB sedang memaparkan argumentasi dalam babak semi final melawan UPBM Unpad A. (Foto : Fauziah)

UPBM (Unit Pecinta Budaya Minangkabau), mengadakan acara Lomba Debat yang diikuti oleh delapan tim dari lima universitas yang berbeda. Diantaranya Unpad, ITB, UI, Telkom, dan IPDN. Acara ini berlangsung pada hari Minggu, 20 September 2015. Acara dibuka dengan sambutan, kemuadian diseling dengan persembahan tarian Minangkabau yang memukau para hadirin.

Lomba Debat ini cukup meriah dan penuh semangat, baik dari para peserta maupun penontonnya. Ketika dua tim sudah mulai bertanding, seketika aura persaingan dan perdebatan dapat kita rasakan, karena kedua tim sama-sama kuat dalam mempertahankan argumennya masing-masing.

Gino Putra Wijaya selaku ketua Pelaksana, menuturkan bahwa Lomba Debat ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa UPBM Unpad bukanlah hanya UKM seni saja, melainkan berlandaskan penalaran juga. Oleh sebab itu, tujuan dan segmentasinya adalah teman-teman perantau dari Minangkabau yang ada di Jawa Barat. “Lomba Debat ini baru kita laksanakan tahun ini, artinya ini yang pertama. Kalau pada tahun-tahun sebelumnya biasanya kita adakan pagelaran seni. Kendala pada acara ini pasti selalu ada, apalagi ini merupakan acara baru dan tentu ada dilema-dilema tersendiri apakah acara ini akan berhasil atau tidak, karena kita juga mengundang UKM diluar Universitas Padjadjaran.” Ujar Gino saat diwawancara.

Acara berlangsung meriah saat UPBM Unpad B bertemu dengan UKM ITB di semi final. Satu per satu tim saling menjelaskan dan menguatkan argumentasinya masing-masing. Hingga babak semi final berakhir, dan menunggu pengumuman dewan juri.

Berikut petikan wawancara Rahmi Panjaitan, salah satu peserta Lomba Debat UPBM dari IMAMI UI yang lolos ke babak Grand Final “Debatanya seru, menyenangkan, dan yang unik dari debat ini adalah adanya unsur kebudayaan, kaya adanya budaya-budaya Minang yang oleh orang Minang pun sudah tidak terlalu dikembangkan lagi. Alasan aku ikut lomba debat ini karena pada dasarnya aku suka debat dan aku juga anggota IMAMI, jadi sekalian aja ikut buat mewakili IMAMI, terus aku juga sangat tertarik dengan konsep acara ini. Acara debat yang biasanya formil tapi dibalut dengan kekeluargaan. Kemudian unsur budaya di sini bukan hanya tari-tarian saja tapi juga ada bagaimana keseharian orang Minang itu seperti apa. Harapan buat acara ini kedepannya tetap keren, karena acara ini baik dari segi teknis ataupun pembawaannya sudah sangat baik”. Rahmi juga menuturkan bahwa timnya optimis untuk memenangkan debat di babak grand final.

Kesan-kesan setelah menonton Lomba Debat UPBM juga diutarakan Leni mahasiswi ITB, “Tadi seru perdebatannya, tanding antara UKM dan UPBM. Debatnya panas terus kedua tim juga udah menguasai mosi-mosinya jadi tadi kedua tim tadi kaya imbang gitu. Harapan buat kedepannya semoga lebih diperbaiki lagi kaya teknisnya dan ketepatan waktu juga publikasinya”.Selepas istirahat, acara dilanjutkan kembali dengan mempertemukan IMAMI UI dan UPBM Unpad A di babak grand final. Kedua tim  bersaing ketat dalam menguatkan argumentasinya. Setelah babak grand final berakhir, dewan juri mulai mengumumkan pemenang.Dengan hasil babak semi final dimenangkan oleh UKM ITB sebagai juara ke tiga.Persaingan ketat grand final dimenangkan oleh UMAMI UI sebagai juara pertama, dan UPBM Unpad A meraih juara ke dua. Acara diakhiri dengan penutupan dan pembagian hadiah kepada para pemenang. (Fauziah dan Susi S)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *