MATA NAJWA ON STAGE SIDANG RAKYAT: APAKAH KEPENTINGAN RAKYAT MASIH DIJUNJUNG TINGGI?

SONY DSC“Anggaran 16 miliar rupiah dikucurkan untuk memilih 560 anggota parlemen setelah lima bulan saatnya kita menagih apa saja yang sudah para anggota dewan yang terhormat ini lakukan.”buka Najwa dalam acara Mata Najwa on Stage yang dilaksakan di Sasana Budaya Ganesha, Bandung pada 13 Maret 2015.

 Menghadirkan sepuluh anggota dewan perwakilan dari sepuluh partai politik, terdiri atas lima ‘muka lama’ dan ‘muka baru’ di Senayan. Peserta sidang pada umumnya merupakan mahasiswa, berbondong-bondong ‘menghakimi’ anggota dewan di panggung. Mulai dari retorika omong kosong membawa-bawa nama partai politik hingga pengelakan yang dilontarkan melalui pertanyaan berdesis sindiran.

 Semua tahu betul bahwa DPR sedang mengalami krisis kepercayaan. Adakah hal-hal nyata oleh mereka yang duduk di Senayan lakukan? Apakah para wakil rakyat ini bisa untuk menenangkan dan meyakinkan rakyat bahwa kita memang punya perwakilan di pemerintahan? Serta masih banyak lagi pertanyaan yang menimbulkan dilematis dalam benak kita.

 “Selama lima bulan ini memang belum banyak yang dilakukan karena perseteruan internal,” ujar Adian Napitupulu (fraksi PDIP). 58, 64 juta adalah nominal total gaji dan tunjangan para anggota dewan perbulannya, terbesar keempat didunia. “Jumlah itu masih sangat kecil dibandingkan dengan pengeluaran. Karena untuk satu proposal dihargai 500 ribu, bayangkan jika harus turun ke Dapil berapa yang harus dikeluarkan,” jelas Ruhut Sitompul (fraksi Demokrat). Namun langsung disergah oleh Moreno (fraksi Gerindra), “ Jika tujuannya pengabdian, angka itu tidak berarti.” Kalau saja ada hal nyata maka  nominal itu tidak akan dipermasalahkan.

Ketika ditanya hal apa yang terberat yang pernah diperjuangkan jika mereka memang mengabdi untuk rakyat setelah duduk sebagai wakil rakyat. Ruhut dan Popong Otje Djundjunan, angota dewan tertua (fraksi Golkar), menjawab dengan kompak, “Cobalah anda menjadi anggota dewan dulu akan terasa beratnya, berat sekali.” Pernyataan itu langsung disergah, “Itu sama saja dengan seorang ustad menasehati seorang rampok lalu rampoknya berkata, ‘coba dulu jadi rampok baru akan mengerti rasanya’.” Lucu memang sergahan dari Toto (panelis) ini. “Anda ini berkata kalau itu berat tapi tetap saja mencalonkan lagi, “ ketus Adian dari seberang meja.

Menarik memang topik yang dibicarakan dengan mengangkat tema ‘Sidang Rakyat’ ini juga melibatkan audiens yang  sebagian besar mahasiswa untuk ikut berartisipasi dan mengajukan pertanyaan secara langsung pada para anggota dewan, hingga cukup menimbulkan perdebatan sengit. Berbagai pertanyaan yang diajukan dari mempertanyakan kinerja, tunjangan dari pemerintah, hingga tantangan untuk bersumpah beranikah untuk tidak menerima gaji jika tujuan mereka memang untuk mengabdi.

Acara yang inspiratif ini merupakan acara terakhir dari rangkaian acara yang berlangsung selama dua hari. ‘Sidang Rakyat’ pada hari kedua ini merupaka kelanjutan dari hari pertama (12/03/2015) yang mengusung tema ‘Jurnalista’ yang membahan secara dalam tentang pelatihan jurnalistik dengan narasumber para senior dari MetroTV yakni, Zelda Safitri, presenter, Budianto, camera person, dan Andi S. G, jurnalis. Bertujuan untuk meningkatkan minat dan potensi generasimudadalam dunia jurnalistik.

Antusiasme tidak hanya dirasakan dikalangan peserta saja tapi juga oleh para panitia yang merupakan relawan dari berbagai universitas di Bandung. Salah satunya, Ari Julianto yang tidak ingin melewatkankesempatan untuk menjadi panitia. “Karena terlibat dalam acara seperti ini bisa menambah pengalaman, pengetahuan sebagai event organizer, dan juga menambah teman.” Ujar mahasiswa Fakultas Pertanian dari Universitas Padjadjaran ini. Lain lagi kata Rian Antono, mahasiswa Sastra Inggris dari FIB Unpad, “Banyak sekali ilmu yang bisa didapat dari sini, selain tentang presenting juga tentang jurnalistik. Apalagi bisa masuk ke MetroTV. Saya baru pertama kali bertemu Najwa Shihab, orangnya pintar sekali, bisa nyepet to the point tanpa menyakitisatu sama lain,” jelas Rian yang berperan sebagai MC ini.

Acara ini, seperti biasa, ditutup dengan kata-kata indah dari Najwa Shihab:

Anggota DPR tidak perlu takut pada rakyat, media, dan pengamat.Buka mata, buka telinga, dan buka mulut. Agar dapat melihat lebih jelas, mendengar aspirasi masyarakat ,dan bersuara lebih lantang. Sehingga rakyat Indonesia percaya bahwa masih ada harapan.” (SNA&IS, foto: HH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *