Siapkan Dirimu!

Ada berbagai jenis mahasiswa di setiap universitas. Entah itu negeri maupun swasta. Satu golongan ialah mahasiswa aktif, yang karena sering aktifnya di berbagai kegiatan non akademik, ia jadi lupa statusnya sebagai mahasiswa yang tak akan lepas dari cengkeraman Indeks Prestasi. Apakah kamu termasuk ke dalam golongan itu? Jika iya, itu sudah biasa dan merupakan hal yang lazim di kalangan mahasiswa.

Ada juga golongan mahasiswa primitif yang kerjanya hanya kuliah menekuni segudang buku perpustakaan. Ia tak mengenal mahasiswa lain hingga terkesan telah menghilang dari peradaban mahasiswa. Yang diketahuinya hanya dosen pembimbing dan nilai yang diraih. Tak lebih. Lalu apakah kamu termasuk ke dalam golongannya? Itu juga biasa dan terdengar angker di telinga.

Lalu apa yang tak biasa? Begini:

Jika kamu ingin aktif sebagai superstar di kampus. Memiliki banyak kenalan dan menggaet satu dua wanita jelita di fakultas lain, itu tidak salah. Tapi jangan lupa juga bahwa kamu memiliki tugas dan tanggungjawab penting terhadap hasil belajar kamu. Apalagi jika kamu merupakan mahasiswa penerima beasiswa dari pemerintah. Maka secara tidak langsung kamu bertanggung jawab atas kelangsungan hidup negeri ini karena kamu telah menggunakan uang rakyat negeri ini untuk belajar.

Tapi kamu juga jangan terlalu serius dalam belajar. Dalam artian, kamu jangan terlalu terobsesi dengan Indeks Prestasi tinggi serta mengabaikan hubungan kamu dengan sekeliling. Karena percuma dong, walau kamu pintar dan telah khatam membaca buku pemikirannya Albert Einstein mengenai teori relativitas tapi tidak bisa bergaul, maka ilmu yang kamu dapatkan akan sia-sia.

Lalu solusinya apa agar kamu bisa aktif di lingkar non-akademik namun tetap fokus akan tujuan utama kamu kuliah? Biar kami beritahu solusi terbaiknya. Karena ada sebuah acara yang benar-benar terjamin tentang keilmuannya. Kamu bisa membuka lembaran buku perpustakaan sebanyak apa pun untuk menambah ilmu. Tapi ilmu yang kamu dapatkan tentu harus dituangkan dalam suatu bentuk kearifan agar nantinya tidak hanya kamu yang pintar, tetapi orang lain juga bisa nemahami apa yang kamu pikirkan. Kan seru jika kamu ada kawan mengobrol untuk mendiskusikan berbagai polemik dan masalah sains dan teknologi.

Acara apa itu? Ialah acara Program Kreativitas Mahasiswa—selanjutnya disingkat PKM—yang hendak digelar secara nasional di Indonesia dengan 1000 proposal dari ribuan mahasiswa Indonesia yang tersebar pada 21 Universitas di nusantara. Ribuan mahasiswa aktif, kreatif dan tidak primitif itu nantinya akan bersaing untuk menjadi pemenang dalam lomba PKM.

Nah, tentu kamu tertarik, kan, dengan tawaran bergengsi ini. Secara, ini adalah ajang bergengsi yang sangat besar dan meriah. Dengan persaingan yang sangat ketat oleh tim-tim Pimnas profesional. Jika kamu mengikuti ajang ini, selain bisa menambah wawasan dengan membaca buku—seperti hobi kamu—kamu juga bisa eksis di mana-mana. Terkenal di universitas. Mengenal banyak mahasiswa cerdas. Dan yang lebih penting, lebih mudah menarik simpati para wanita maupun pria. Bahkan kamu juga bisa menjadi panutan bagi teman-teman dan adik-adik kamu nantinya. Keberhasilan kamu itu juga nanti akan menjadi bahan pembicaraan dosen di kelas lho. Bagaimana, menarik, bukan?

Di bulan Maret ini, ada dua jenis PKM yang diperlombakan. Yakni, PKM AI (Artikel Ilmiah) yang sekarang telah dibuka dan akan ditutup pada tanggal 27 Maret nanti. Serta PKM GT (Gagasan Tertlis) yang juga telah dibuka hingga akhir Maret, tepatnya tanggal 31 Maret 2015. Nah, jika kamu lolos di PKM AI dan menjadi juara, maka nama kamu akan terdeteksi di jurnal Nasional dan Internasional! Hebat sekali!

Lalu, bagaimana tata cara pendaftaran PKM AI dan PKM GT? Untuk mendaftar kedua jenis PKM itu, cukup mudah apabila kita benar-benar serius mengikutinya. Simak baik-baik!

Langkah pertama adalah daftar diri kamu sesegera mungkin. Cara daftarnya,, kamu cukup datang ke dekanat di bagian kemahasiswaan dan mengisi data diri semacam CV. Di FIB sendiri, bagian yang mengurusi hal-hal ini ada di lantai satu sebelah kiri dari pintu masuk. Nanti, kamu bersama pendaftar lainnya akan dikelompokkan oleh pihak dekanat untuk diajukan secara serempak kepada pihak rektorat.

Langkah kedua, setelah selesai diurus oleh pihak rektorat, maka pihak rektorat akan mengeluarkan daftar username lengkap dengan passwordnya kepada kamu untuk selanjutnya log in di web http://simlitabnas.dikti.go.id. Tapi kamu juga harus segeramembentuk tim dan menemukan ide brilian untuk naskah PKM kamu. Jangan lupa, ide PKM kamu harus sekreatif dan seilmiah mungkin agar menarik perhatian pihak juri. Rampungkan proposal PKM kamu hingga akhirnya bisa diupload di web itu.

Sekedar saran, ketika mengupload proposal, ada baiknya dilakukan minimal tujuh hari sebelum deadline. Baik itu PKM AI maupun PKM GT. Untuk PKM GT sendiri, karya tulis kamu harus memuat gagasan yang belum terealisasi dan merupakan hasil pemikiran. Sementara PKM AI berupa karya tulis yang memuat gagasan yang sudah terealisasi dan merupakan hasil penelitian.

Selain itu, ada baiknya sebelum membuat PKM kita harus membaca buku panduan tentang PKM agar mempermudah dalam pembuatan PKM. Dan juga, kita harus mencari tahu mengeni prosedurnya yang diberlakukan untuk lomba PKM tahun ini.

Terakhir, kamu tunggu hasil dan pengumuman selanjutnya. Jangan lupa, sering-seringlah melirik web itu untuk mempercepat informasi.

Nah, itulah seputar PKM AI dan PKM GT. Apabila kamu tertarik, maka persiapkan dirimu dan kelompokmu. Manfaatkan waktu yang singkat ini untuk merealisasikan ide dan gagasanmu supaya bisa bersaing di ajang yang bergengsi ini.

Ingat, deadline PKM AI tanggal 27 Maret 2015 dan deadlinePKM GT tanggal 31 Maret 2015. Ayo, jadikan dirimu terkenal dan cerdas dalam ajang bergengsi ini. Kamu tidak hanya membawa nama baik diri kamu sendiri, tapi juga membawa nama baik fakultas dan universitas tercinta ini. (KRA/U)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *