va1

Menggali potensi adalah hal yang seharusnya terus dilakukan. Sebagai mahasiswa, kehidupan kampus yang berbeda dengan sekolah membawa angin perubahan dan membuka kesempatan untuk mencoba banyak hal baru. Fase ini merupakan saat yang tepat untuk menggali berbagai kemampuan yang kita miliki. Hal tersebut lah dilakukan oleh Vika Andany Putri.

Mahasiswi sastra Jerman angkatan 2011 ini sudah mengikuti judo sejak kelas 2 SMP. Sebenarnya, ia terlebih dulu menggeluti Taekwondo, namun terjegal izin orang tua beberapa saat sebelum ajang pertandingan dan harus berhenti di sabuk hijau.

Vakum dari kegiatan bela diri, Vika mencoba sesuatu yang benar-benar lain. Minatnya akn dunia hiburan   membawa Vika untuk casting dan mengikuti beberapa talkshow, seperti Ceriwis, ulang tahun Celebrity Fitness, hingga tampil bareng Deddy Corbusier. Tidak sampai disitu, saat awal kuliah, Vika mengikuti ajang SCTV Goes to Campus dan berhasil lolos. Ajang tersebut bagaikan sebuah pintu ke dunia baru baginya, yaitu presenting. Tawaran pun mulai berdatangan. Akhirnya ia memutuskan bergabung dengan PJTV Bandung sebagai pembaca berita.

“Vika vakum pun sebenarnya ada masalah dengan pelatih dulu di Jatim yang gak melepaskan Vika untuk pindah ke Jabar,” ujar gadis berambut panjang ini. Setelah bertahun vakum, rupannya judo kembali memanggilnya. Saat semester 6, Vika mewakili Unpad dalam ajang taekwondo tingkat nasional dan bergabung degan judo Kota Bandung. Setelah ajang tersebut, Vika mengikuti kejuaraan internasional di Universitas Trisakti yang diikuti oleh 8 negara, yaitu India, Amerika, Australia, Hongkong, Malaysia, Singapore, Republik Rakyat Tiongkok dan Belanda. “Yang paling berkesan itu waktu lawan Hongkong,” tambahnya.

va2

Mencoba banyak hal, membuat pengalaman Vika bertambah kaya. Bukanlah suatu hal yang mudah untuk menyeimbangkan akademik dan bisa berprestasi di kegiatan nonakademik. Apa sebenarnya kiat Vika untuk mencapai hal tersebut? “Enjoy!! Nikmati semua. Apapun itu. Tapi jangan pernah jadi seenggok daging yang gak berguna. Itu yang Vika takuti,” ujarnya menutup wawancara. (DR)