beasiswa sasjep

Melancong untuk menuntut ilmu ke luar negeri bukanlah hal mustahil bagi mahasiswa, tidak terkecuali bagi mereka yang kurang mampu. Saat ini banyak beasiswa yang menutupi biaya kuliah 100% bagi para pesertanya yang terseleksi. Seperti salah satu mahasiswi dari Jurusan Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya Unpad yang kini tengah menjalani pendidikan di negeri Sakura.

Rizka Amalia Fitrianissa Arief atau akrab dipanggil Rafa (19) lolos seleksi penerimaan beasiswa Monbukagakusho/MEXT Scholarship dan sudah berangkat dari Indonesia bulan April lalu. Rafa sendiri masuk ke jurusan Sastra Jepang tahun 2012 silam. Ia berhasil merebut beasiswa untuk Undergraduate atau setingkat dengan S1. “Aku dapet yang S1, itu satu tahun belajar bahasa, empat tahun kuliah,” ujarnya ketika diwawancara.

Proses untuk lolos seleksi Mobukagakusho pun cukup sulit. Calon peserta harus memenuhi syarat-syarat sebelum maju ke tahap seleksi. Untuk kategori Undergraduate, pertama calon peserta harus mencukupi syarat berupa umur (17 sampai 22 tahun per tanggal 1 April, namun syarat ini bisa berubah setiap tahun); nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 8.4; dan jika ada, calon peserta bisa juga menyertakan sertifikat Nouryoku Shiken minimal level tiga, khusus untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial. Namun untuk calon peserta yang lulus dari jurusan bahasa tidak perlu khawatir. Karena, Rafa sendiri adalah siswi jurusan bahasa sewaktu SMA. “Tapi aku dimasukkinnya ke IPS,” jelasnya lagi.

Setelah syarat, peserta akan menghadapi beberapa tahap sebelum pengumuman. Tahap-tahap ini berupa seleksi dokumen, seleksi tulis dan seleksi wawancara. Seleksi tulis adalah seleksi berupa ujian mata pelajaran. Karena Rafa termasuk jurusan IPS, maka ia melalui ujian bahasa Inggris, matematika dan bahasa Jepang karena menyertakan sertifikat Nouryoku Shiken dalam dokumennya.

Mengenai penjurusan IPA dan IPS, hal ini dimaksudkan sebagai jurusan yang akan diambil peserta ketika di Jepang nantinya. Selama satu tahun pertama disana, peserta yang berhasil mendapatkan beasiswa akan belajar bahasa dan pelajaran-pelajaran lain sesuai jurusan untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian masuk universitas-universitas negeri di Jepang. Tentu saja, setelah berhasil masuk ke universitas nanti pun segala biaya pendidikan akan tetap ditanggung seluruhnya oleh Monbukagakusho.

Saat ini Rafa masih dalam masa persiapan sebelum ujian masuk universitas. “Satu tahun pertama dibagi ke dua tempat, Tokyo University of Foreign Studies sama Osaka University. Aku yang Tokyo,” terangnya ketika ditanya tentang dimana sekarang ia menuntut ilmu. Kegiatan Rafa di Jepang selain belajar, yaitu mengikuti klub dan jalan-jalan. Rafa bercerita bahwa belajarnya seperti les intensif. Kegiatan klubnya pun mirip-mirip seperti yang ada di Sastra Jepang Unpad. “Kalau jalan-jalannya kayak turis, hehehe,” ucapnya senang.

Monbukagakusho Scholarship adalah program beasiswa yang diselenggarakan oleh pemerintah Jepang untuk Research Student (S2-S3), Undergraduate (S1), College of Technology (D3), Professional Training College (D2), Teacher Training, dan Japanese Studies. Pendaftarannnya dibuka setiap tahun sekitar bulan Mei sampai dengan pertengahan Juni. Jika berminat, calon peserta bisa mendaftarkan dirinya pada tahun 2015 untuk keberangkatan tahun 2016.

Meski tahapan-tahapannya memang tidak mudah, namun siapapun tanpa terkecuali tetap memiliki kesempatan yang sama untuk menyabet beasiswa ini. Karena jika kita berusaha sungguh-sungguh, buah yang kita petik nantinya pastilah terasa manis. (WCE)