Mengulik Beasiswa di FIB Unpad

Buletin TIPIS April 2012 #1

Narasumber: Drs. Moch Syaiful
Sebenarnya banyak sekali beasiswa yang ada di Unpad. Beasiswa yang disediakan bukan diberikan oleh pihak Universitas, melainkan diberikan oleh Kementerian yang mengatas namakan Unpad. Sedangkan beasiswa yang diberikan oleh Unpad itu diberikan kepada putra/i pegawai yang berprestasi. Kuota yang diberikan oleh kementerian pun tidak dijelaskan secara jelas, dalam artian kuota beasiswa dibuat secara samar tergantung dari fakultas dan setiap tahunnya kuota beasiswa yang ada di Fakultas Ilmu Budaya meningkat. Menurut data yang ada, Fakultas Ilmu Budaya merupakan fakultas dengan penerima beasiswa terbanyak. Ada pun jenis beasiswa yang tersedia adalah reguler dan nonreguler.

beasiswa
Apa sih, beasiswa reguler dan nonregular itu? Beasiswa reguler terbagi dua jenis, yaitu BBM dan BPA. Beasiswa BBM umumnya diberikan untuk mahasiswa yang kurang mampu, sehingga untuk mengajukannya perlu memberikan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari RT dan RW setempat. Sedangkan beasiswa BPA diberikan untuk mahasiswa berprestasi, salah satu syaratnya adalah memiliki IPK minimal 3,00. Siapa pun berhak mendaftar beasiswa ini jika memenuhi syarat. Sedangkan beasiswa nonreguler diberikan oleh donatur atau perusahaan tertentu. Syarat dari beasiswa nonreguler ini pun tergantung dari pihak donatur. Meskipun berasal dari keluarga yang mampu, tapi jika dapat memenuhi syarat yang ditentukan kita tentu dibolehkan mendaftar. Jadi, jangan salah paham bila ada teman kamu yang mengendarai mobil mahal ke kampus, tapi dapat beasiswa karena beasiswa itu tidak hanya untuk mahasiswa yang kurang mampu.

Banyaknya keluhan dari para penerima beasiswa bidik misi karena sering terlambat menerima uang beasiswa, menggelitik kami untuk mengetahui sebabnya. Menurut Pak Syaiful (Sub Bag. SBK), ternyata prosesnya tidak semudah yang kita kira karena beasiswa bidik misi berasal dari pemerintah serta mengeluarkan biaya yang tidak sedikit maka prosesnya cukup rumit.

Pertama, rektor mengeluarkan SK yang diberikan kepada bagian kemahasiswaan. Lalu, bagian kemahasiswaan memberikan data-data kepada bagian keuangan, setelah itu data-data tersebut dikirim ke instansi di luar Unpad yang biasanya biasanya adalah bank, setelah itu data-data tersebut diajukan ke KPBN, jika sudah diverifikasi baru dananya bisa cair. Itu sebabnya uang beasiswa bidik misi sering terlambat.

Ada juga hambatan-hambatan yang sering membuat bagian kemahasiswaan itu kesal kepada para pelamar beasiswa. Yang paling sering terjadi adalah nomor handphone para pelamar beasiswa yang sering berganti tanpa pemberitahuan sehingga bagian kemahasiswaan sulit menghubungi pihak yang bersangkutan. Selain itu, sikap cuek dan kurang responsif pelamar dalam mengumpulkan berkas-berkas persyaratan beasiswa secara tepat waktu juga menjadi hambatan dalam mendapatkan beasiswa. Walaupun hanya satu orang yang belum mengumpulkan berkas, maka kelalaian tersebut jelas menghambat pelamar lainnya yang sudah mengumpulkan berkas-berkas yang disyaratkan. Maka dari itu, sebagai pelamar beasiswa lebih baik sering bertanya ke sub bagian kemahasiswaan dan memberitahukan apabila mengganti nomor HP atau nomor rekening bank karena sangat disayangkan kalau kita sudah dapat beasiswa, tapi karena hal kecil seperti ganti nomor HP atau tidak bisa dihubungi, beasiswa tersebut tidak berhasil teman-teman dapatkan. (TIPIS/ DA/ MNC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *