Korea Dahulu, Lalu Amerika

Buletin TIPIS April 2012 #1

“Yang penting kita harus berani melangkah, berani mengambil resiko, siap untuk pedih, dan nikmati aja.” tegas Evi Fuji Fauziyah penerima beasiswa exchange dari Ajou University tahun 2011.

Berawal dari iseng-iseng mendaftar karena didorong oleh rasa penasaran dengan proses seleksi dan interview, akhirnya ia berhasil lulus dan berhak mengikuti pendidikan di Korea pada bulan Februari sampai Juni 2011. Perjalananya untuk berangkat ke Korea tidaklah mudah, mulai dari masalah birokrasi dan sempat dipandang sebelah mata karena berasal dari jurusan sastra sunda hingga tertatih dalam urusan pembiayaan. Akan tetapi, optimisme serta kerja kerasnya tidak surut. Untuk masalah pendanaan misalnya uji sapaanya rela berjualan pulsa, membantu orang tuanya berdagang pakaian hingga sampai meminta bantuan dari fakultas, pemerintah Jawa Barat, DIKTI. itu semua rela dilakukan agar dirinya bisa menginjakan kaki di negeri gingseng tersebut.

EVI pemenang beasiswa

Ia mengenang bagaimana saat dirinya pertama kali tiba di Korea setelah melalui 6 jam dan 30 menit perjalanan udara dan harus terjangkiti flu dan alergi dingin karena temperature menunjukan angka -1 derajat celcius. Cuaca yang menyentuh angka -1 derajat celsius bukan lagi hambatan untuk perempuan kelahiran 24 Mei 1991 ini, buktinya dia tetap melaksanakan kuliah dari Senin sampai Kamis bahkan dia sempat mengikuti acara-acara international atau acara kampus juga acara di luar kampus seperti children day yaitu festival yang berfokus pada anak-anak, age ceremony yaitu upacara khusus buat pemuda-pemudi yang lahir di 1991, seminar International mengenai “protection of cultural heritage and global communication”, host family program yaitu program untuk mengunjungi dan mengetahui bagaimana kehidupan orang Korea dan seperti apa mereka tinggal.

EVI pemenang beasiswa2
Lalu dia sempat juga mengikuti lotus lantern festival yaitu festival tahunan, dalam rangka ulang tahun Budha, dan juga Hyundai company visit yang acaranya berupa workshop dan keliling pabrik Hyundai. ”Aku juga sempat mengambil ekskul astronomi, loh.” Tambah perempuan yang bercita-cita menjadi seorang ahli bahasa ini. Sulung dari tiga bersaudara ini juga mengisahkan dengan semangat apa saja pelajaran akademis yang dia pelajari di sana, antara
lain tourism and culture di pelajaran ini dia mempelajari tentang beragam budaya termasuk Korea, Current issue in Korean Society pelajaran ini mancakup bidang ekonomi, politik social di Korea, Korean Language yaitu mempelajari bahasa Korea, Organizational Behavior yaitu mata kuliah yang mempelajari tentang menejemen bisnis, dan English Conversation 2 yaitu mata kuliah yang khusus untuk melatih kemahiran berbicara menggunakan bahasa inggris.
Banyak pengalaman, wawasan, mengenal karakter orang yang berbeda Negara dan budaya serta memiliki koneksi dengan manusia di belahan dunia yang berbeda merupakan hikmah dari perjalanan 4 bulanya ke Korea. Kesibukan Fuji saat ini kuliah di jurusan sastra Sunda dan sedang aktif melakukan penelitian dan ikut serta dalam kegiatan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) dan juga sedang mempersiapkan dirinya untuk kembali mengikuti student exchange ke Amerika Mei-Juli nanti melalui program IELSP.

“Tidak ada yg spesial dengan saya, kita masih hidup di tempat yang sama bernama planet bumi. Saya manusia, kamu manusia, kita semua manusia yg diberikan akal untuk berpikir, hati untuk merasa, kaki untuk melangkah. Tinggal bagaimana kita berani melangkahkan kaki saja, pedih dan duka itu resiko, suka dan senang itu hasilnya, dan sungguh-sungguh serta berusaha itulah jalannya. Tidak ada yg tidak mungkin.” Kutipnya dalam blog pribadinya fujifauziyahvi.blogspot.(Tipis/AAS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *