Kesalahan Umum yang Membuat Proposal Ditolak

Buletin TIPIS April 2012 #1

Sebagai mahasiswa, kita akan menemukan dunia baru, salah satunya dunia organisasi. Dalam organisasi, kita dituntut belajar menjadi organisator yang baik. Nah, biasanya dalam organisasi, kita akan mengadakan acara dan satu di antara modal awal yang utama adalah proposal. Tidak jarang juga proposal yang kita buat malah ditolak oleh pihak dekanat. Terus, bagaimana nasib kelanjutan acara kita? Tenang, untuk edisi kali ini Tinta Pena Sastra akan membahas tentang kesalahan-kesalahan umum yang biasanya membuat proposal ditolak. Apa aja sih?

1. Kesalahan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Kesalahan EYD merupakan satu hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan proposal. Kaidah-kaidah EYD yang baik dan benar seringkali menjadi penilaian proposal oleh pihak dekanat. Jadi, sebelum memberikan proposal kepada pihak dekanat, usahakan tidak ada masalah pada EYD

2. Kesalahan Sistematika. Suatu proposal yang baik pasti mempunyai format sistematika yang teratur dan sesuai dengan sistematika yang diinginkan oleh dekanat. Salah satu sistematika yang sering salah adalah penulisan tanda tangan pengesahan. Pada lembar tanda tangan, seharusnya posisi ketua pelaksana dan sekretaris sejajar, lalu ketua BEM di bawahnya, kemudian di baris bawah selanjutnya adalah Pembantu Dekan 3. Kesalahan-kesalahan kecil mengenai sistematika seringkali menjegal. Oleh karena itu, sebelum membuat proposal, tanyakan dulu pada yang ahli mengenai bidang ini ya!

3. Kesalahan Penulisan Gelar. Inilah kesalahan yang termasuk kecil namun fatal. Sebelum membuat proposal, kita harus mengetahui dengan lengkap, nama beserta gelar pihak-pihak yang terlibat dalam proposal. Salah-salah proposal kita bakal dicoret-coret dan disuruh menggantinya dengan penulisan gelar yang benar. Selalu teliti sebelum mengetik, oke?

4. Kesalahan Perincian Dana. Dalam membuat acara, setiap panitia ingin acaranya sukses. Saat merencanakan acara yang sukses pasti dibutuhkan dana yang biasanya tidak sedikit, tergantung dengan konsep acara yang kita buat. Usahakan membuat anggaran dana yang rasional. Alokasi dana yang terlalu membengkak akan sulit dikabulkan pihak dekanat. Biar hemat asal meriah loh, hehe…

Nah, tadi adalah beberapa kesalahan umum yang sering menjegal panitia dalam penerimaan proposal di pihak dekanat. Mudah-mudahan bisa membantu teman-teman dalam pembuatan proposal. Oh iya, jika proposal kita ditolak oleh dekanat, jangan langsung berkecil hati. Pelajari kesalahan kita dan pergunakanlah untuk pembelajaran proposal-proposal berikutnya. Semoga acara-acara yang sedang kita rencanakan bisa sukses ya! (TIPIS/DNT/GG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *